Tyler Robinson(Rick Egan/Pool/The Salt Lake Tribune)
SIDANG lanjutan kasus pembunuhan aktivis konservatif Charlie Kirk mengungkap fakta baru. Tersangka pelaku, Tyler Robinson, 23, dilaporkan sempat menangis di apartemennya dan mengekspresikan penyesalan mendalam kepada mantan teman sekamarnya setelah melakukan aksi penembakan tersebut.
Fakta tersebut dibeberkan pada hari keempat persidangan di pengadilan Utah. Dalam sidang ini, jaksa penuntut umum memutar rekaman wawancara investigasi dengan mantan teman sekamar sekaligus pasangan romantis Robinson, Lance Twiggs, serta menunjukkan bukti pesan teks di antara keduanya. Robinson sendiri didakwa atas pembunuhan yang terjadi pada 10 September 2025, namun hingga kini belum mengajukan pembelaan (plea).
Menurut kesaksian Twiggs, Robinson sempat mengirimkan pesan teks mencurigakan setelah Kirk dinyatakan tewas di area kampus Utah Valley University di Orem. Robinson meminta Twiggs untuk memeriksa area di bawah papan tik (keyboard). Curiga dengan gelagat tersebut, Twiggs langsung bertanya melalui pesan teks.
"Bukan kamu yang melakukannya, kan?" tanya Twiggs.
"Iya, saya," balas Robinson dalam pesan teks yang ditunjukkan di persidangan. "Saya minta maaf."
Saat Twiggs mempertanyakan alasannya, Robinson menjawab bahwa dirinya sudah tidak tahan dengan kebencian yang disebarkan oleh korban.
"Sudah cukup dengan kebenciannya. Beberapa kebencian tidak bisa dinegosiasikan," tulis Robinson.
Malam itu, Robinson terus mengirim pesan kepada Twiggs. Ia mengaku menyembunyikan senapan di semak-semak tempatnya berganti pakaian dan sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengambilnya kembali agar tidak meninggalkan bukti. Robinson kemudian berkendara selama tiga jam kembali ke apartemen mereka di St. George, Utah selatan.
Keesokan harinya, Twiggs mendapati Robinson sudah berada di apartemen saat ia terbangun. Ketika ditanya langsung mengenai kebenaran pesan teks malam sebelumnya, Robinson membenarkannya.
"Dia mulai menangis sedikit dan berkata dia berharap tidak melakukannya, lalu terus berjalan mondar-mandir melakukan sesuatu, saya pikir untuk membuat dirinya sibuk atau mengalihkan perhatian," kata Twiggs dalam rekaman wawancara tersebut.
Robinson juga sempat menyatakan niatnya untuk menyerahkan diri. Agen Biro Investigasi Negara Bagian Utah, Brian Davis, sebelumnya bersaksi bahwa Robinson akhirnya menyerahkan diri ke Kantor Sheriff Washington County pada malam harinya dengan didampingi oleh orang tua dan seorang teman keluarga.
Hakim Tony Graf telah mengizinkan publikasi rekaman video pernyataan Twiggs dan transkrip pesan teks tersebut dengan beberapa bagian yang disunting. Kasus ini berpotensi berlanjut ke pengadilan tingkat akhir dengan ancaman hukuman mati, tergantung pada keputusan hakim setelah seluruh bukti selesai dihadirkan. (BBC/Z-2)

















































