Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz atau mencapai kesepakatan dalam waktu 48 jam.
Ultimatum itu disampaikan melalui media sosial miliknya, Truth Social, pada Sabtu (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ingat ketika saya memberi Iran 10 hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz," kata Trump di Truth Social.
"Waktu hampir habis - 48 jam sebelum neraka menimpa mereka," lanjutnya.
Dalam unggahan terpisah pada Minggu (5/4), Trump mengatakan bahwa hari Selasa (7/4) pukul 20.00 ET akan menjadi batas waktu bagi Iran.
Trump telah mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tak kunjung dibuka dalam 48 jam sejak 22 Maret.
"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dengan yang terbesar lebih dulu," kata Trump.
Perang Iran vs AS-Israel telah meletus sejak 28 Februari lalu. Konflik ini telah mengakibatkan krisis energi global lantaran kapal-kapal tanker tersendat di Selat Hormuz usai jalur air itu ditutup Iran.
Berbagai negara telah mendesak penghentian konflik dan dibukanya kembali Selat Hormuz.
Baru-baru ini, AS dan Iran dikabarkan mulai membahas syarat-syarat gencaran senjata selama 45 hari jika memungkinkan. Axios pada Minggu melaporkan perundingan itu melibatkan sejumlah negara Timur Tengah yang menjadi mediator kedua belah pihak.
Pembicaraan disebut sudah berlangsung terlepas dari bantahan dan penolakan Teheran soal negosiasi damai.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
4











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)





