Tsitsipas Tumbangkan Lehecka, Melaju ke Babak 16 Besar AS Terbuka untuk Pertama Kali

6 hours ago 3
Tsitsipas Tumbangkan Lehecka, Melaju ke Babak 16 Besar AS Terbuka untuk Pertama Kali Stefanos Tsitsipas mengalahkan Jiri Lehecka dalam empat set dan melaju ke babak 16 besar AS Terbuka 2026 untuk pertama kalinya dalam kariernya.(AFP)

STEFANOS Tsitsipas memperpanjang napas di AS Terbuka 2026 setelah menyingkirkan unggulan ke-18 asal Republik Ceko, Jiri Lehecka, pada Sabtu (5/9) WIB. Petenis Yunani itu menang dalam empat set, 2-6, 6-1, 7-6 (7/3), 6-1, sekaligus memastikan tempat di babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam kariernya di turnamen Grand Slam Amerika Serikat.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi Tsitsipas yang dalam beberapa tahun terakhir kesulitan mempertahankan performanya di level elite. Ia juga melanjutkan tren positif setelah sebelumnya membuat kejutan dengan mengalahkan petenis muda Prancis, Arthur Fils, di babak pertama.

Laga melawan Lehecka berlangsung tidak mudah bagi Tsitsipas. Ia kehilangan set pembuka dengan skor 2-6. Namun, petenis berusia 28 tahun itu segera mengambil kendali dan menyamakan kedudukan setelah merebut set kedua 6-1.

Persaingan paling ketat terjadi pada set ketiga. Kedua pemain harus menentukan pemenang melalui tiebreak. Tsitsipas tampil lebih tenang dan memanfaatkan momentum dengan melepaskan dua ace beruntun. Sebaliknya, Lehecka melakukan double fault dan beberapa kali gagal mengarahkan pukulan groundstroke dengan baik.

Tsitsipas akhirnya merebut tiebreak 7-3. Keunggulan itu membuat permainannya semakin agresif pada set keempat yang kembali dimenanginya 6-1.

Dari catatan pertandingan, Tsitsipas menghasilkan 34 winner, unggul atas Lehecka yang mencatat 22 winner. Ia juga melepaskan ace empat kali lebih banyak daripada lawannya. Meski demikian, Tsitsipas melakukan 30 unforced error, sedangkan Lehecka mencatat 41 kesalahan sendiri.

Seusai pertandingan, Tsitsipas menyampaikan apresiasi kepada penonton yang terus memberikan dukungan. Kehadiran komunitas Yunani-Amerika di New York membuat dukungan terhadapnya terasa kuat sepanjang pertandingan.

"Anda membawa saya melewati pertandingan ini," kata Tsitsipas.

Kemenangan tersebut juga menjadi titik penting bagi Tsitsipas setelah cedera punggung mengganggu perjalanannya sepanjang musim 2025. Ia mengatakan kini dapat bertanding dan berlatih tanpa dihantui rasa sakit.

"Musim ini mungkin bukan yang terbaik dalam karier saya. Namun, setidaknya saya bangun setiap hari dengan rasa senang karena tidak mengalami sakit. Saya tahu bisa berlatih tanpa harus merasa tidak yakin bagaimana tubuh saya akan merespons," ujarnya.

Tsitsipas pernah menjadi bagian penting dari generasi petenis yang diproyeksikan meneruskan dominasi Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic. Ia sempat menjadi penghuni tetap 10 besar dunia pada awal dekade 2020-an dan dua kali mencapai final Grand Slam.

Namun, performanya kemudian menurun seiring munculnya generasi baru yang dipimpin Carlos Alcaraz dari Spanyol dan Jannik Sinner dari Italia. Cedera menjadi salah satu faktor yang menghambat konsistensinya.

Di luar persoalan fisik, Tsitsipas juga menghadapi perubahan dalam tim kepelatihannya. Ia mengakhiri kerja sama dengan ayahnya, Apostolos Tsitsipas, sebagai pelatih pada Juni lalu. Keputusan itu disebutnya sebagai langkah permanen.

Kini Tsitsipas bekerja bersama Thomas Perrin dan Patrick Mouratoglou. Ia mengakui perubahan tersebut mungkin datang pada waktu yang tidak ideal, tetapi tetap harus dijalani.

"Saya tidak tahu apakah ini terjadi pada waktu yang tepat, tetapi inilah yang sedang berlangsung. Di Yunani ada pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Saya memilih berpegang pada itu," kata Tsitsipas. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |