AS resmi memberlakukan tarif impor 50% bagi berbagai produk Kanada. Kebijakan Donald Trump ini memperkeruh ketegangan dagang kedua negara.(White House)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani keputusan untuk menerapkan tarif impor sebesar 50% terhadap berbagai jenis barang dari Kanada. Langkah ini diambil sebagai tindakan balasan atas apa yang disebut Trump sebagai "perlakuan tidak adil" terhadap produk mobil, produk olahan susu, serta minuman beralkohol asal Negeri Paman Sam.
Penerapan bea masuk baru ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 19 Agustus mendatang. Kebijakan tersebut menandai eskalasi besar dalam ketegangan hubungan perdagangan antara dua negara tetangga di kawasan Amerika Utara tersebut.
Gedung Putih menyatakan penetapan tarif tinggi ini diperlukan demi melindungi keberlangsungan bisnis dan industri dalam negeri Amerika Serikat.
Sektor barang yang menjadi sasaran tarif meliputi kebutuhan konsumen harian seperti minuman anggur (wine) dan stik hoki, hingga komoditas industri seperti semen komersial. Meski demikian, beberapa komoditas ekspor utama Kanada dilaporkan lolos dari jangkauan tarif baru ini, di antaranya sektor energi, kalium (potash), mineral kritis, serta hasil perikanan.
Langkah tegas ini kian memperkuat benteng hambatan perdagangan yang sebelumnya telah diterapkan oleh kedua negara.
Sebelumnya, AS telah memberlakukan tarif aktif berkisar antara 15 hingga 50% untuk produk baja, aluminium, dan tembaga dari Kanada. Selain itu, Washington juga mengenakan tarif 35% untuk kayu lunak (softwood lumber), serta pajak 25% untuk komponen non-AS pada industri otomotif.
Sebagai respons tandingan, Kanada sendiri telah menetapkan tarif balasan sebesar 25% terhadap sejumlah barang impor asal AS, termasuk produk baja, aluminium, dan kendaraan motor.
Pengumuman tarif baru yang dirilis pada hari Senin ini menyusul ancaman yang sempat dilontarkan oleh Presiden Trump sebelumnya, di mana ia mengancam akan mengenakan tarif akibat imbas asap kebakaran hutan Kanada yang bertiup hingga menyelimuti kota-kota di Amerika Serikat. (BBC/Z-2)

















































