Trump: Penembakan di Acara Gedung Putih oleh Pelaku Tunggal

8 hours ago 1

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dan ibu negara Melania Trump tidak mengalami luka setelah insiden penembakan terjadi dalam acara jamuan White House Correspondents’ Dinner pada Sabtu, 25 April, di Washington, D.C. Menurut laporan NPR dan pernyataan resmi Dinas Rahasia Amerika Serikat (USSS), satu tersangka telah diamankan.

Dinas Rahasia menyebut insiden terjadi di area pemeriksaan keamanan di dalam lokasi acara, dekat pintu masuk menuju ballroom utama. Dalam pernyataan dari Gedung Putih setelah kejadian, Trump mengatakan seorang agen Dinas Rahasia yang tertembak rompi antipeluru dalam kondisi baik. Ia menyebut agen tersebut baik-baik saja setelah terkena tembakan yang tertahan oleh pelindung.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Evakuasi Presiden dan Pejabat Tinggi

Dilansir Anadolu, Trump bersama sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Presiden JD Vance, segera dievakuasi oleh agen Dinas Rahasia dari meja utama sebagai bagian dari langkah pengamanan. Mereka kemudian dilaporkan dalam kondisi aman.

Langkah evakuasi dilakukan saat acara masih berlangsung di ballroom Washington Hilton. Sejumlah tamu tetap berada di dalam ruangan. Saksi mata melaporkan terdengar suara keras saat insiden terjadi. Koresponden Gedung Putih NewsNation, Kellie Meyer, mengatakan, “Kami sedang duduk di sini, lalu terdengar suara keras ‘pop, pop, pop’. Semua orang langsung berlindung di bawah meja, dan kami tidak tahu apa yang terjadi.”

Meyer juga menyebut melihat anggota kabinet dievakuasi dari lokasi. Penyelenggara acara kemudian mengumumkan bahwa jamuan akan dilanjutkan pada waktu lain setelah situasi dinyatakan aman.

Dakwaan terhadap Tersangka

Menurut keterangan aparat penegak hukum dalam konferensi pers, tersangka diduga merupakan tamu hotel tempat acara berlangsung. Pejabat Kepolisian Metropolitan Washington, Jeffery Carroll, menyatakan tersangka “mempersenjatai diri dengan senapan, pistol, dan beberapa pisau.”

Trump menyebut pelaku sakit jiwa. "Kurasa dia tinggal di California, dan dia orang yang sakit jiwa, orang yang sangat sakit jiwa," kata dia dalam konferensi pers setelah kejadian, seperti dikutip dari Anadolu.

Laporan media menyebutkan tersangka diidentifikasi sebagai Cole Thomas Allen, 31 tahun. Dia berada dalam tahanan. "Kesan saya adalah dia seorang pelaku tunggal," kata Trump.

Tersangka kini menghadapi dakwaan penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan serta penyerangan terhadap aparat federal menggunakan senjata berbahaya. Jaksa Distrik Columbia, Jeanine Pirro, menyebut kemungkinan dakwaan tambahan masih terbuka.

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche mengatakan proses penuntutan akan segera dilakukan. Aparat juga menyebut tersangka tengah menjalani evaluasi di rumah sakit setempat dan tidak terkena tembakan.

Sebelumnya, Trump juga mengunggah rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan aparat bereaksi terhadap seorang pria yang berlari di area hotel. Ia juga membagikan foto seorang pria tanpa baju yang tergeletak tengkurap di karpet, yang diduga terkait dengan penangkapan tersangka.

Pilihan Editor: Bisakah Amendemen Konstitusi ke-25 Melengserkan Donald Trump

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |