Trump Minta 7 Negara Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Tak Digubris

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah meminta sekitar tujuh negara untuk mengirim kapal perang guna menjaga keamanan Selat Hormuz, pada Minggu (15/3).

Menurut Trump, langkah itu bertujuan memastikan jalur pelayaran strategis itu tetap terbuka di tengah konflik Iran yang memicu lonjakan harga minyak dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun hingga kini, belum ada negara yang menyatakan komitmen untuk bergabung dalam koalisi pengamanan Selat Hormuz itu.

Trump mengatakan negara-negara yang diajak bergabung merupakan pihak yang sangat bergantung pada pasokan minyak Timur Tengah. Meski, ia tidak menyebutkan nama negara-negara itu.

"Saya meminta negara-negara itu untuk turut melindungi wilayah mereka sendiri karena itu merupakan kepentingan mereka," ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, dikutip Associated Press.

Ia juga menegaskan bahwa AS tidak terlalu bergantung pada jalur itu karena memiliki akses sumber pasokan minyak sendiri.

Trump menyebut China memperoleh sekitar 90 persen kebutuhan minyaknya melalui Selat Hormuz, sementara AS hanya menerima pasokan dalam jumlah kecil.

Ia juga tidak memberikan komentar terkait kemungkinan China ikut serta dalam koalisi tersebut.

"Akan lebih baik jika negara-negara lain ikut menjaga wilayah itu bersama kami, dan kami siap membantu serta bekerja sama," ujar Trump.

Sebelumnya, Trump telah meminta dukungan dari China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada CBS bahwa Teheran telah didekati sejumlah negara yang meminta jaminan keamanan bagi kapal mereka dengan keputusan akhir di tangan militer Iran.

Araghchi menyebut sejumlah kapal dari berbagai negara telah diizinkan melintas, namun tidak merinci lebih lanjut.

Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi semua negara kecuali AS dan sekutunya.

Araghchi juga menegaskan Iran tidak melihat alasan untuk berdialog dengan AS guna mengakhiri perang.

Ia menilai konflik dipicu oleh serangan terkoordinasi Israel dan AS pada 28 Februari saat pembicaraan tidak langsung terkait program nuklir Iran masih berlangsung.

Araghchi menambahkan Teheran tidak memiliki rencana untuk mengambil kembali uranium yang telah diperkaya yang kini tertimbun reruntuhan akibat serangan AS dan Israel tahun lalu.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |