Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bingung negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang di negara tersebut.
Trump mengatakan Teheran tidak memiliki pemimpin untuk membuat keputusan dalam negosiasi dengan Washington.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita punya masalah karena tidak ada yang tahu pasti siapa pemimpinnya. Ini sedikit menjadi masalah," kata Trump di Oval Office, Gedung Putih, dikutip dari CNN.
Masalah tersebut diakui Trump karena tidak ada kepastian siapa yang sebenarnya memimpin Iran.
"Tidak ada yang tahu apa isi pembicaraan itu, kecuali saya dan beberapa orang lainnya," ujar Trump.
Iran sendiri menegaskan telah memilih pemimpin baru pengganti mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang meninggal dunia dalam serangan udara AS dan Israel. Putra dari Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, ditunjuk dewan 88 ulama ahli Iran untuk melanjutkan tampuk kepemimpinan.
Mojtaba Khamenei sendiri saat ini belum muncul ke publik. Ia dikabarkan masih dirawat intensif di rumah sakit setelah mengalami luka serius akibat pengeboman oleh AS dan Israel.
Trump bersikeras mengatakan bahwa Iran masih sangat menginginkan kesepakatan damai dengan Washington. Ia juga mengeklaim bahwa langkah AS memblokade Selat Hormuz berjalan mulus.
"Ekonomi mereka sedang runtuh. Blokade itu luar biasa. Kekuatan blokade itu luar biasa," tutur Trump.
Trump tampaknya menepis kemungkinan akan mengakhiri gencatan senjata yang berlaku saat ini dan melanjutkan pemboman ke Iran.
"Saya tidak tahu apakah kita membutuhkannya. Mungkin kita membutuhkannya," katanya.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
1













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)

