Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.(Anadolu Agency/Wiktor Szymanowicz )
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan telepon perdana dengan Perdana Menteri Inggris Raya yang baru dilantik, Andy Burnham, pada Senin (20/7). Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis mulai dari sektor energi hingga keamanan maritim global.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa diskusi tersebut mencakup topik mengenai minyak di Laut Utara, perdagangan, aliansi militer, serta upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Trump memberikan apresiasi positif terhadap komunikasi awal ini.
"Perdana Menteri memiliki tugas besar di hadapannya, tetapi dia akan mampu melakukannya dan, tentu saja, AS akan siap membantu! Pembicaraan itu menarik dan berlangsung dengan sangat baik," tulis Trump.
Kedua pemimpin juga sepakat untuk bertemu dalam waktu dekat guna membahas isu-isu yang menjadi kepentingan bersama bagi kedua negara sekutu tersebut.
Komitmen Keamanan dan Agenda Internasional
Kantor Perdana Menteri Inggris mengonfirmasi bahwa panggilan telepon internasional pertama Burnham dilakukan kepada Trump. Dalam kesempatan itu, Burnham memulai pembicaraan dengan mengucapkan selamat kepada Trump atas keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA.
Pernyataan resmi dari kantor PM Inggris menyebutkan bahwa Burnham menguraikan komitmen Inggris untuk mengamankan pergerakan kapal di Selat Hormuz. Selain itu, ia menegaskan kembali peran Inggris dalam memberikan keamanan bagi sekutu-sekutunya serta memaparkan agenda politik pemerintahannya.
Burnham juga secara resmi mengundang Trump untuk menghadiri KTT G20 yang dijadwalkan berlangsung tahun depan di Manchester. Setelah berbicara dengan Trump, Burnham dilaporkan langsung melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina, Vladimir Zelenskyy.
Era Baru Kepemimpinan Inggris
Andy Burnham, pemimpin Partai Buruh berusia 56 tahun, resmi menjabat sebagai Perdana Menteri ketujuh Inggris dalam satu dekade terakhir. Ia dilantik oleh Raja Charles III pada Senin (20/7) setelah menerima pengunduran diri Keir Starmer yang menjabat selama sekitar dua tahun.
Burnham kini menghadapi tantangan besar untuk memulihkan stabilitas politik di tengah krisis dukungan terhadap partainya. Dalam pidato awalnya, ia berjanji akan memperbaiki layanan publik, termasuk sistem perairan, serta mendorong desentralisasi kekuasaan.
Di kancah internasional, Burnham diharapkan tetap mempertahankan komitmen Inggris terhadap NATO dan terus memberikan dukungan bagi Ukraina di tengah invasi Rusia yang kini memasuki tahun kelima. Transisi kepemimpinan ini menandai perubahan pemerintahan yang signifikan setelah Partai Buruh memenangkan pemilu 2024, mengakhiri dominasi pemerintahan sebelumnya selama 14 tahun. (Sputnik/RIA Novosti/I-1)

















































