Trump Ancam Balas Iran Usai Korban Jiwa AS Bertambah, Pezeshkian: Ini Perang Skala Penuh

5 days ago 13
 Ini Perang Skala Penuh Konflik Timur Tengah kian memanas. Trump beri peringatan keras usai 17 prajurit AS tewas, sementara Iran dan kelompok Houthi perluas eskalasi perang.(White House)

ESKALASI konflik di Timur Tengah kian tidak terkendali. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan peringatan keras kepada Teheran bahwa Iran akan membayar "berkali-kali lipat" atas setiap prajurit AS yang tewas, di tengah pernyataan pemimpin Iran yang menyebut situasi kini telah berubah menjadi perang skala penuh.

Pernyataan tegas Trump disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social pascatewasnya tiga prajurit AS tambahan. Insiden tersebut menambah akumulasi korban jiwa militer Amerika menjadi 17 orang sejak konflik pecah, sementara Pentagon mencatat hampir 100 personel militer lainnya mengalami luka-luka.

"Setiap kali Iran membunuh seorang Prajurit Amerika, mereka akan membayar pembunuhan itu berkali-kali lipat! Arahan ini telah disampaikan kepada Sekretaris Perang Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Daniel Caine, dan setiap Pemimpin di Militer," tegas Trump.

Menanggapi situasi yang kian menggelegar, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan konfrontasi dengan pihak Washington kini telah memasuki fase baru yang sangat krusial.

"Kenyataannya adalah hari ini Republik Islam Iran sedang terlibat dalam perang skala penuh," ujar Pezeshkian.

Sebagai respons atas gugurnya prajurit mereka, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang serangan baru ke wilayah Iran. Serangan ini dirancang khusus untuk melemahkan kemampuan militer Teheran yang kerap menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Ancam Stabilitas Ekonomi Global dan Pasokan Minyak

Konflik ini kian meluas setelah kelompok pemberontak Houthi di Yaman, sekutu Teheran, mengancam akan memblokade pelabuhan-pelabuhan milik Arab Saudi. Langkah ekstrem ini mengancam jalur ekspor minyak Riyadh yang selama ini mengandalkan Pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk menghindari titik panas Selat Hormuz.

Sebelumnya, Arab Saudi dan Houthi sempat saling tembak pekan lalu untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, yang mengancam kesepakatan gencatan senjata tahun 2022. Pemerintah Arab Saudi mengecam keras ancaman dari kelompok tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah sah Yaman.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menggempur sejumlah titik di Bahrain, Yordania, dan Suriah menggunakan rudal dan nirawak (drone). Pihak militer Yordania melaporkan berhasil menembak jatuh tiga rudal Iran tanpa ada korban jiwa maupun kerusakan. Kuwait dan Bahrain turut melaporkan serangan serupa dari wilayah Iran.

Perang di kawasan ini kembali meletus setelah runtuhnya gencatan senjata bulan April dan kesepakatan kerangka kerja bulan Juni. Imbas dari aksi saling blokade pelabuhan dan penutupan jalur vital Selat Hormuz, yang dalam kondisi normal dilalui seperlima pasokan minyak dunia, harga minyak global dilaporkan sempat melonjak tajam.

Di tengah memanasnya kontak senjata di lapangan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan bahwa saluran diplomasi tidak sepenuhnya terputus. Komunikasi dengan Amerika Serikat masih terus berjalan melalui pihak ketiga.

"Gagasan-gagasan telah disampaikan kepada kami oleh mediator tertentu," ungkap Baqaei. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |