Evakuasi korban tenggelamnya KM Nurul Salsa.(Dok Basarnas)
HARI ketujuh operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, kembali diwarnai penemuan jenazah. Seorang nelayan di Pulau Pamulikang melaporkan adanya tubuh terapung di sekitar perairan tersebut, Selasa (21/7). Jenazah tersebut diduga kuat merupakan salah satu awak kapal yang belum ditemukan sejak musibah nahas itu terjadi pekan lalu. Dengan temuan ini, jumlah korban meninggal dunia akibat tenggelamnya kapal penumpang tersebut bertambah menjadi dua orang, sementara 17 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Tim gabungan yang dikerahkan ke lokasi langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Kapal KN SAR Kamajaya 104 dan RIB KN SAR Pacitan diterjunkan ke Pulau Pamulikang untuk melakukan evakuasi.
Jenazah selanjutnya akan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi guna memastikan identitasnya. "Kami belum bisa memastikan identitas korban sebelum proses identifikasi selesai. Saat ini tim kami masih fokus pada prosedur evakuasi dan identifikasi sesuai standar operasi," ujar Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, saat dihubungi dari Posko SAR Benteng, Selayar.
Arif yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) menambahkan bahwa pencarian pada hari ketujuh ini terus diintensifkan dengan memperluas area operasi menjadi 2.924 nautical mile persegi (NM²). Area tersebut dibagi ke dalam lima sektor pencarian dan dikerahkan enam Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir setiap sudut perairan yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya korban.
"Kami turut berduka atas penemuan ini. Namun, seluruh personel tetap berkomitmen melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya yang masih belum ditemukan," tambahnya.
Perluasan area pencarian dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan korban akibat pengaruh arus dan angin selama beberapa hari terakhir. Berdasarkan data, total korban yang berada di atas KM Nurul Salsa saat kecelakaan tercatat 78 orang. Sebanyak 59 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, satu orang sebelumnya telah teridentifikasi meninggal, dan dengan penemuan hari ini, total jenazah yang telah ditemukan menjadi dua orang.
Dalam operasi hari ketujuh ini, Basarnas mengerahkan sejumlah armada, antara lain RB Mataram 220, KN SAR Puntadewa, KN SAR Kamajaya 104, KN SAR Pacitan, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, serta unsur TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, pemerintah daerah, dan kapal nelayan. Arif mengapresiasi peran aktif masyarakat dan nelayan yang terus memberikan informasi kepada tim di lapangan. Menurutnya, setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti untuk mempercepat proses pencarian.
"Setiap informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan operasi pencarian. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut hingga seluruh korban dapat ditemukan," pungkasnya.
Sebelumnya, KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam di perairan Selayar pada pekan lalu saat dalam perjalanan antar pulau. Kapal tersebut mengangkut puluhan penumpang dan awak kapal. (LN/E-4)

















































