Tidur dengan AC Semalaman, Benarkah Bisa Bikin Dehidrasi?

11 hours ago 3
Tidur dengan AC Semalaman, Benarkah Bisa Bikin Dehidrasi? Tidur dengan AC semalaman tidak otomatis menyebabkan dehidrasi. Namun, udara yang terlalu kering dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh.(Shutterstock/Ynet)

TIDUR semalaman dengan pendingin ruangan atau AC tidak terbukti menyebabkan dehidrasi. Namun, udara yang terlalu kering dapat membuat tubuh kehilangan sedikit lebih banyak cairan.

AC dapat menurunkan kelembapan udara di dalam ruangan. Kondisi ini membuat tubuh lebih banyak kehilangan air melalui pernapasan dan kulit. Dehidrasi sendiri terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak daripada yang masuk.

Dehidrasi lebih sering disebabkan oleh sakit, diare, muntah, banyak berkeringat, demam, konsumsi alkohol, atau kurang minum.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2025 terhadap orang dewasa sehat di Tiongkok bagian selatan menemukan adanya tanda kehilangan cairan ringan pada orang yang berada di ruangan ber-AC dengan tingkat kelembapan rendah.

Penelitian tersebut membandingkan ruangan ber-AC dengan ruangan yang menggunakan kipas listrik. Hasilnya menunjukkan bahwa kelembapan udara yang rendah berkaitan dengan meningkatnya rasa haus dan kehilangan cairan tubuh.

Meski demikian, penelitian itu tidak membuktikan bahwa tidur dengan AC menyebabkan dehidrasi yang signifikan. Penelitian tersebut juga tidak mengukur kadar hidrasi secara langsung melalui urine atau darah.

Karena itu, mulut kering, bibir pecah-pecah, tenggorokan terasa kering, atau mata teriritasi setelah tidur dengan AC belum tentu merupakan tanda dehidrasi. Keluhan tersebut bisa saja muncul karena udara di kamar terlalu kering.

Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris atau NHS, tanda-tanda dehidrasi antara lain rasa haus, urine berwarna kuning tua dan berbau kuat, lebih jarang buang air kecil, lelah, pusing, serta mulut, bibir, atau lidah terasa kering.

Lansia, anak-anak, dan orang yang sedang sakit lebih rentan mengalami dehidrasi. Mereka dapat kehilangan cairan lebih cepat atau tidak cukup minum.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan masyarakat untuk rutin minum air saat cuaca panas. WHO juga menyarankan pengaturan AC pada suhu 27 derajat celsius dan menggunakan kipas listrik untuk membantu menjaga kenyamanan.

Jadi, tidak perlu mematikan AC hanya karena khawatir mengalami dehidrasi. Pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi sepanjang hari dan jangan membuat kamar terlalu dingin atau terlalu kering. (The Star/B-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |