Terapi Oksigen Hiperbarik Bantu Pemulihan Jaringan, Benarkah Bisa Cegah Penuaan?

2 hours ago 1
Terapi Oksigen Hiperbarik Bantu Pemulihan Jaringan, Benarkah Bisa Cegah Penuaan? ilustrasi Terapi Oksigen Hiperbarik.(Magnific)

TERAPI oksigen hiperbarik atau Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) belakangan banyak diperbincangkan sebagai salah satu terapi yang diklaim dapat membantu proses pemulihan tubuh hingga memperlambat penuaan. Namun, manfaat terapi ini perlu dipahami berdasarkan bukti medis agar tidak muncul anggapan bahwa oksigen hiperbarik merupakan solusi untuk semua masalah kesehatan.

HBOT merupakan terapi yang dilakukan dengan menghirup oksigen berkonsentrasi tinggi di dalam ruang khusus dengan tekanan udara lebih tinggi daripada kondisi normal. Peningkatan tekanan tersebut memungkinkan paru-paru mengambil lebih banyak oksigen sehingga kadar oksigen yang dibawa melalui darah ke jaringan tubuh juga meningkat.

Dalam dunia medis, terapi oksigen hiperbarik memang memiliki sejumlah penggunaan yang telah didukung bukti ilmiah. Undersea and Hyperbaric Medical Society (UHMS) mencantumkan beberapa kondisi yang dapat ditangani dengan HBOT, antara lain penyakit dekompresi pada penyelam, keracunan karbon monoksida, luka diabetes tertentu, cedera akibat radiasi, infeksi jaringan berat, serta beberapa kondisi lain.

Salah satu alasan terapi ini digunakan dalam proses pemulihan adalah kemampuannya meningkatkan pasokan oksigen ke jaringan yang mengalami kerusakan atau kekurangan oksigen. Menurut Mayo Clinic, HBOT dapat mendukung pembentukan pembuluh darah dan jaringan baru serta membantu aktivitas sistem kekebalan tubuh. Karena itu, terapi ini dapat menjadi bagian dari penanganan kondisi tertentu yang mengalami gangguan penyembuhan.

Lalu, bagaimana dengan klaim bahwa HBOT dapat menjadi terapi anti-aging?

Hubungan antara oksigen hiperbarik dan proses penuaan memang menjadi objek penelitian. Sejumlah penelitian mengeksplorasi kemungkinan pengaruh HBOT terhadap berbagai proses biologis yang berkaitan dengan penuaan. Namun, hal tersebut tidak berarti terapi oksigen hiperbarik telah terbukti sebagai metode untuk menghentikan atau membalikkan proses penuaan pada manusia.

Dengan kata lain, seseorang tidak dapat menganggap HBOT sebagai terapi anti-aging yang sudah terbukti hanya karena terapi tersebut meningkatkan kadar oksigen di jaringan. Penggunaan HBOT sebaiknya tetap didasarkan pada indikasi medis dan dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan.

Keamanan juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Pada Agustus 2025, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengingatkan fasilitas kesehatan mengenai potensi risiko serius pada penggunaan perangkat HBOT. FDA melaporkan adanya kejadian cedera serius dan kematian yang berkaitan dengan perangkat tersebut, termasuk risiko kebakaran karena penggunaan oksigen berkonsentrasi tinggi.

Karena itu, terapi sebaiknya dilakukan di fasilitas yang memiliki peralatan sesuai standar dan tenaga terlatih. Pasien juga perlu menjalani evaluasi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah HBOT memang sesuai dengan kondisi yang dialami.

Pada akhirnya, terapi oksigen hiperbarik memiliki tempat dalam pengobatan sejumlah kondisi medis dan dapat membantu proses penyembuhan jaringan pada kasus tertentu. Sementara itu, klaim mengenai manfaatnya sebagai terapi anti-aging masih membutuhkan bukti klinis yang lebih kuat. Penggunaannya sebaiknya tidak menggantikan pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, maupun pengobatan yang telah direkomendasikan dokter. (Sumber: Mayo Clinic/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |