Teknologi AI dan Web Baru Bisa Melacak Lokasi Hidup Dinosaurus 200 Juta Tahun lalu

7 hours ago 1
Teknologi AI dan Web Baru Bisa Melacak Lokasi Hidup Dinosaurus 200 Juta Tahun lalu Ilustrasi(magnifik)

MEMBAYANGKAN di mana seekor dinosaurus hidup 200 juta tahun lalu bukan lagi sekadar dugaan. Berkat kemajuan teknologi, para ilmuwan kini dapat melacak kembali posisi fosil ke lokasi aslinya pada masa lampau hanya dalam hitungan detik, bahkan tanpa harus menulis satu baris kode pemrograman.

Terobosan tersebut hadir melalui Paleocoordinates Calculator (PACA), sebuah platform berbasis web yang dikembangkan untuk memudahkan rekonstruksi posisi geografis fosil berdasarkan usia geologinya.

Menurut laporan Phys, alat ini dirancang agar dapat digunakan oleh siapa saja, mulai dari peneliti hingga mahasiswa, tanpa memerlukan perangkat lunak yang rumit maupun keahlian pemrograman.

Mengapa Lokasi Fosil Perlu Dilacak Kembali?

Saat fosil ditemukan, koordinat yang tercatat hanyalah posisi di Bumi saat ini. Padahal, selama jutaan hingga ratusan juta tahun, lempeng tektonik terus bergerak sehingga benua mengalami pergeseran yang sangat besar.

Akibatnya, lokasi tempat organisme purba hidup sering kali berbeda jauh dari tempat fosilnya ditemukan sekarang. Untuk memahami bagaimana spesies berevolusi, bermigrasi, dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, para ilmuwan perlu menghitung kembali posisi geografis fosil pada masa lampau atau yang dikenal sebagai paleocoordinates.

Tanpa Coding, Hasil Keluar dalam Hitungan Detik

Selama ini, proses rekonstruksi paleokoordinat biasanya dilakukan menggunakan perangkat lunak khusus seperti GPlates yang memerlukan pemahaman teknis cukup tinggi.

Melalui PACA, proses tersebut menjadi jauh lebih sederhana. Pengguna cukup mengunggah file CSV yang berisi koordinat lokasi fosil saat ini beserta usia geologinya. Dalam beberapa detik, sistem akan menghitung kembali posisi fosil berdasarkan model pergerakan lempeng tektonik yang telah digunakan secara luas dalam penelitian ilmiah.

Tak hanya menghasilkan koordinat, PACA juga menampilkan visualisasi interaktif dalam bentuk peta dan model Bumi tiga dimensi sehingga memudahkan pengguna melihat bagaimana posisi benua berubah sepanjang sejarah geologi.

Dapat Membandingkan Lima Model Tektonik Sekaligus

Salah satu keunggulan PACA adalah kemampuannya membandingkan hasil dari lima Global Plate Models (GPM) sekaligus, yaitu PALEOMAP, GOLONKA, MERDITH2021, TorsvikCocks2017, dan MATTHEWS2016.

Dengan fitur tersebut, peneliti tidak hanya memperoleh satu hasil rekonstruksi, tetapi juga dapat melihat perbedaan prediksi antar model. PACA secara otomatis menghitung rentang paleolintang serta jarak maksimum antarprediksi sehingga tingkat ketidakpastian rekonstruksi dapat langsung diketahui.

Mendorong Penelitian yang Lebih Terbuka

Selain mudah digunakan, PACA dikembangkan dengan prinsip open science atau sains terbuka. Kode sumber aplikasi beserta skrip visualisasi tiga dimensinya tersedia secara publik sehingga dapat dipelajari maupun dikembangkan oleh komunitas ilmiah.

Dilansir dari Phys. pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, reproduktibilitas penelitian, serta memperluas akses terhadap teknologi rekonstruksi paleogeografi bagi peneliti di seluruh dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang komputasi.

Membuka Peluang Baru dalam Studi Evolusi

Kehadiran PACA diperkirakan akan memberi dampak besar tidak hanya bagi paleontologi, tetapi juga bidang geologi, biogeografi, dan ilmu kebumian. Dengan mengetahui posisi asli suatu fosil di masa lalu, ilmuwan dapat menyusun gambaran yang lebih akurat mengenai persebaran organisme purba, perubahan iklim, hingga dinamika pembentukan benua selama ratusan juta tahun.

Teknologi ini menjadi contoh bagaimana kemajuan komputasi dapat menyederhanakan pekerjaan ilmiah yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh kalangan tertentu. Kini, rekonstruksi sejarah Bumi dapat dilakukan lebih cepat, lebih mudah, dan lebih terbuka bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya.

Sumber: Phys

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |