Sejarah dan Peran 19 Raja di One Piece

5 hours ago 2
Sejarah dan Peran 19 Raja di One Piece Mary Geoise(Doc IMDB)

Dalam semesta One Piece karya Eiichiro Oda, struktur kekuasaan tertinggi di dunia tidak muncul begitu saja. Jauh sebelum era bajak laut dimulai, terdapat sebuah peristiwa besar yang mengubah tatanan peradaban secara permanen.

Peristiwa tersebut melibatkan aliansi dari 20 kerajaan yang bersatu untuk meruntuhkan Kerajaan Kuno (Ancient Kingdom) selama masa yang dikenal sebagai Abad Kekosongan (Void Century).

Namun, sejarah mencatat sebuah anomali penting: meskipun ada 20 kerajaan yang beraliansi, hanya 19 raja yang akhirnya menetap di Mary Geoise dan menjadi leluhur dari kaum Naga Langit atau Tenryuubito. Artikel ini akan mengulas secara mendalam sejarah, peran, dan misteri di balik 19 Raja pendiri Pemerintah Dunia tersebut.

Asal-usul Aliansi 20 Kerajaan

Sekitar 800 tahun yang lalu, dunia One Piece terbagi dalam berbagai kerajaan yang berdaulat. Berdasarkan informasi yang terungkap dalam arc Dressrosa dan Reverie, 20 kerajaan ini membentuk sebuah aliansi besar untuk melawan kekuatan Kerajaan Kuno yang dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas dunia saat itu.

Setelah memenangkan perang besar tersebut, para raja ini memutuskan untuk menciptakan sebuah organisasi pusat yang akan menjaga perdamaian dunia, yang kini kita kenal sebagai Pemerintah Dunia (World Government). Sebagai simbol kesetaraan dan janji bahwa tidak akan ada satu orang pun yang menduduki takhta tertinggi, mereka menancapkan 20 senjata di sekitar "Takhta Kosong" (Empty Throne) di Kastil Pangea, Mary Geoise.

Mengapa Hanya 19 Raja?

Meskipun aliansi tersebut terdiri dari 20 kerajaan, hanya 19 keluarga kerajaan yang memilih untuk meninggalkan negeri asal mereka dan pindah ke tanah suci Mary Geoise. Dengan pindah ke sana, mereka melepaskan status raja di negeri masing-masing dan mengangkat diri mereka sebagai "Naga Langit" (Tenryuubito), makhluk yang dianggap suci dan setara dengan dewa.

Satu keluarga yang menolak untuk pindah adalah Keluarga Nefertari dari Kerajaan Alabasta. Ratu Nefertari Lili, yang memimpin Alabasta saat itu, memilih untuk tetap tinggal dan memerintah rakyatnya di Alabasta. Keputusan ini membuat Keluarga Nefertari dianggap sebagai pengkhianat oleh kaum Naga Langit lainnya, namun hal ini juga yang menyelamatkan garis keturunan mereka dari dekadensi moral yang dialami para Tenryuubito.

Oleh karena itu, secara teknis hanya ada 19 pedang yang mewakili keluarga pendiri di sekitar Takhta Kosong, karena Keluarga Nefertari tidak menancapkan pedang mereka sebagai tanda komitmen untuk tinggal di Mary Geoise.

Peran 19 Raja dalam Membentuk Dunia

Peran para raja ini sangat krusial dalam menentukan arah sejarah dunia One Piece. Berikut adalah beberapa peran utama mereka:

  • Penghapusan Sejarah: Setelah kemenangan mereka, 19 raja (bersama Nefertari Lili sebelum ia menghilang) bertanggung jawab atas penghapusan seluruh catatan mengenai Abad Kekosongan. Mereka melarang penelitian tentang Poneglyph untuk memastikan tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Kerajaan Kuno.
  • Pembentukan Struktur Hierarki: Mereka menciptakan sistem kelas di mana keturunan mereka berada di puncak piramida sosial. Hal ini memberikan kekuasaan absolut kepada Tenryuubito, termasuk hak untuk memanggil Admiral Angkatan Laut jika mereka merasa terancam.
  • Sentralisasi Kekuasaan: Dengan menetap di Mary Geoise, mereka menjadikan Red Line sebagai pusat saraf politik dan ekonomi dunia, mengontrol arus informasi dan sumber daya melalui Pemerintah Dunia.

Daftar Keluarga yang Diketahui

Hingga saat ini, Eiichiro Oda belum mengungkap seluruh nama dari 19 keluarga pendiri tersebut. Namun, beberapa nama besar telah dikonfirmasi dalam cerita:

Nama Keluarga Asal Kerajaan Status Saat Ini
Donquixote Dressrosa Gelar dicabut (kasus Doflamingo/Homing)
Figarland Tidak Diketahui Naga Langit (Pemimpin God's Knights)
Nerona Tidak Diketahui Diduga garis keturunan Imu-sama
Jaygarcia, Marcus Mars, dll Tidak Diketahui Lima Tetua (Gorosei)

Misteri Imu-sama dan Pengkhianatan Takhta Kosong

Meskipun 19 raja bersumpah bahwa tidak akan ada satu pun penguasa tunggal, fakta terbaru dalam cerita menunjukkan adanya sosok misterius bernama Imu-sama. Imu berasal dari Keluarga Nerona, salah satu dari 20 keluarga pendiri asli.

Keberadaan Imu yang menduduki Takhta Kosong membuktikan bahwa janji kesetaraan yang dibuat oleh 19 raja lainnya telah dikhianati sejak awal atau dimanipulasi seiring berjalannya waktu. Imu tampaknya memiliki umur panjang yang tidak wajar, memicu spekulasi bahwa ia adalah salah satu dari raja asli yang hidup sejak 800 tahun lalu berkat operasi keabadian (Ope Ope no Mi).

Identitas 19 raja ini sangat berkaitan dengan "Will of D" yang dianggap sebagai musuh alami para dewa (Naga Langit). Sejarah mereka adalah kunci untuk memahami akhir dari perjalanan Luffy menuju One Piece.

Sejarah 19 raja ini bukan sekadar latar belakang cerita, melainkan fondasi dari konflik utama di One Piece. Dengan terungkapnya identitas Imu dan peran Keluarga Figarland, kita semakin dekat untuk memahami bagaimana dunia yang "salah" ini terbentuk dan bagaimana Luffy akan meruntuhkannya. (Z-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |