Ilustrasi(Magnific)
ANEMIA masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), kondisi ini terutama banyak dialami oleh perempuan usia subur, remaja putri, dan ibu hamil akibat kekurangan zat besi yang menghambat produksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Di tengah berbagai upaya pencegahan anemia, sebuah penelitian terbaru menemukan jus jambu biji berpotensi membantu meningkatkan kadar hemoglobin sehingga dapat mendukung pencegahan anemia, terutama bila dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau suplemen yang mengandung zat besi.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal BMJ Nutrition, Prevention & Health pada 2026. Peneliti melakukan systematic review dan meta-analysis terhadap 17 studi yang melibatkan remaja putri dan ibu hamil. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi jus jambu biji secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.
Analisis tersebut menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin meningkat sekitar 1,71 gram per desiliter (g/dL). Pada remaja putri peningkatannya mencapai 1,52 g/dL, sedangkan pada ibu hamil sekitar 1,84 g/dL. Peneliti juga menemukan bahwa kombinasi jus jambu biji dan suplemen zat besi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan konsumsi suplemen zat besi saja.
Manfaat ini bukan berasal dari kandungan zat besi pada jambu biji, melainkan dari kandungan vitamin C yang sangat tinggi. Vitamin C membantu mengubah zat besi non-heme yang berasal dari sayuran, kacang-kacangan, tahu, dan tempe menjadi bentuk yang lebih mudah diserap tubuh. Semakin banyak zat besi yang terserap, semakin optimal pula pembentukan hemoglobin.
Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa jus jambu biji bukanlah pengganti pengobatan anemia. Minuman ini lebih tepat dijadikan pelengkap pola makan sehat dan dikonsumsi bersama sumber zat besi seperti daging, ikan, telur, maupun sayuran hijau.
Para ahli juga mengingatkan agar penderita anemia tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan terapi yang sesuai. Dengan pola makan bergizi seimbang serta dukungan makanan kaya vitamin C seperti jus jambu biji, risiko anemia dapat dikurangi sekaligus membantu menjaga kadar hemoglobin tetap optimal. (BMJ Nutrition/Prevention & Health/WHO/Z-2)

















































