Studi Terbaru: Venus Masih Aktif Secara Geologis dan Terus Berubah

5 hours ago 3
 Venus Masih Aktif Secara Geologis dan Terus Berubah Retakan Venus.(Dok. NASA/JPL/USGS)

SELAMA bertahun-tahun, Venus dianggap sebagai planet yang telah "mati" secara geologis. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa planet tetangga Bumi itu kemungkinan masih aktif dan bahkan terus mengalami perubahan pada permukaannya.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience mengungkap bahwa lembah retakan (rift valley) raksasa di Venus kemungkinan terbentuk jauh lebih baru dibandingkan perkiraan sebelumnya. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa aktivitas tektonik di Venus masih berlangsung hingga saat ini.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Taras Gerya, Profesor Geodinamika di ETH Zurich, bersama penulis utama Xi Yang. Tim peneliti menggunakan simulasi komputer tiga dimensi (3D) beresolusi tinggi untuk mempelajari bagaimana retakan-retakan raksasa di permukaan Venus terbentuk dan berkembang.

Selama ini, banyak ilmuwan memperkirakan retakan tersebut berusia lebih dari 100 juta tahun dan merupakan sisa aktivitas geologi kuno. Namun, hasil simulasi terbaru menunjukkan sebagian retakan kemungkinan masih tergolong muda secara geologis.

Mekanisme Perubahan Permukaan

Model simulasi memperlihatkan bahwa retakan di Venus dapat melebar dengan kecepatan sekitar 3 hingga 10 sentimeter per tahun. Saat retakan masih aktif, terbentuk punggungan tinggi di kedua sisinya. Seiring berhentinya aktivitas tektonik, struktur tersebut perlahan melandai akibat kerak planet yang mengendur.

Berbeda dengan Bumi yang mengalami erosi oleh air dan angin, perubahan bentang alam di Venus terjadi karena lapisan keraknya perlahan mengalami relaksasi setelah meregang. Menariknya, struktur yang dihasilkan dalam simulasi memiliki kemiripan dengan citra permukaan Venus yang diambil wahana Magellan milik NASA pada 1990-an.

Kesesuaian ini memperkuat dugaan bahwa sebagian lembah retakan di Venus masih relatif muda dan menjadi bukti adanya aktivitas geologi di bawah permukaan planet tersebut. "Hasil penelitian ini membantu kita menilai aktivitas tektonik di Venus dengan lebih baik," ujar Taras Gerya.

Target Misi Antariksa Mendatang

Temuan ini juga akan membantu para ilmuwan menentukan lokasi yang berpotensi masih aktif secara geologis untuk dijadikan target pengamatan pada misi-misi antariksa mendatang. Saat ini, minat terhadap Venus terus meningkat dengan persiapan sejumlah misi dari NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA).

Salah satunya adalah EnVision, misi ESA yang dijadwalkan meluncur pada awal 2030-an untuk memetakan permukaan dan mempelajari struktur bagian dalam Venus secara mendalam.

Penelitian terbaru ini menambah bukti bahwa Venus bukan sekadar planet panas dengan suhu ekstrem, tetapi juga dunia yang kemungkinan masih mengalami perubahan geologi aktif hingga sekarang. Hal itu diharapkan dapat membantu ilmuwan memahami evolusi planet berbatu, termasuk Bumi dan planet-planet serupa di luar tata surya. (Science Daily/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |