Pertandingan Soccer League All-Stars 2025-2026.(Dok. Hydroplus Soccer League)
PUTARAN nasional musim perdana Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, memasuki fase akhir. Mayoritas pemain yang tampil diproyeksikan menjadi tulang punggung timnas putri kelompok umur yang akan tampil di Srikandi Merdeka Cup U-16 pada Agustus mendatang.
Program Manager Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan kompetisi Soccer League menjadi mata rantai yang berkelanjutan dalam pengembangan sepak bola putri di Tanah Air setelah MilkLife Soccer Challenge yang fokus pada usia sekolah dasar. Soccer League yang mempertandingkan U-15 dan U-18 turut menjadi panggung penting bagi para pemain belia untuk mengejar mimpi mengenakan seragam timnas.
Adapun Srikandi Cup bakal diikuti tujuh negara dan menjadi bagian dari proses pembentukan skuad menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 Putri pada Oktober.
"Pada 13 Agustus rencananya akan digelar Srikandi Merdeka Cup yang diikuti tujuh negara. Indonesia akan mengirimkan dua timnas U-16 dan pemain-pemainnya diseleksi dari mereka yang tampil di Hydroplus Soccer League All-Stars ini, ditambah beberapa pemain lain yang tidak bermain di putaran nasional karena timnya tidak lolos," kata Teddy di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (10/7).
Proses pemantauan pemain kini dilakukan tim talent scouting yang dipimpin pelatih timnas putri Indonesia U-16, Timo, bersama asisten pelatih timnas putri senior Takumi Taniguchi dan pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge Jacksen F Thiago.
Pada tahap awal, sekitar 50-60 pemain akan dipanggil mengikuti proses seleksi untuk mengisi dua skuad nasional kelompok usia 16 tahun. Teddy optimistis sebagian besar pemain yang nantinya memperkuat Indonesia berasal dari ajang All-Stars.
Adapun pembentukan dua tim untuk Srikandi Cup diharapkan agar semakin banyak pemain muda memperoleh pengalaman bertanding di level internasional. Nantinya, tim hasil Srikandi Merdeka Cup juga akan menjadi cikal bakal timnas Indonesia U-16 yang tampil di Kualifikasi Piala Asia U-17 pada Oktober.
"Harapannya sekitar 90% pemain tim nasional berasal dari All-Stars ini. Sisanya kemungkinan berasal dari pemain Hydroplus Soccer League di regional yang timnya tidak lolos ke putaran nasional atau beberapa pemain timnas yang klubnya tidak berhasil melaju," kata Teddy.
Dia menilai perkembangan kualitas pemain selama musim perdana Hydroplus Soccer League cukup menggembirakan. Setelah menjalani kompetisi regional selama hampir 10 bulan di Kudus, Jakarta, Bandung, dan Surabaya, tingkat kompetisi dinilai mengalami perkembangan.
Teddy juga menyebut banyak talenta yang sebelumnya ditemukan melalui Soccer Challenge kini terus berkembang di Soccer League.
"Kami melihat beberapa pemain yang sudah menonjol sejak MilkLife Soccer Challenge masih terus berkembang di Hydroplus Soccer League. Kompetisi ini memang kami siapkan sebagai wadah lanjutan bagi yang sudah melewati usia SD agar mereka tetap bisa berlatih dan berkompetisi. Harapan kami, mereka inilah yang nantinya menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia," ungkapnya.
"Kami percaya platform ini menjadi jalur yang ideal untuk mendukung perkembangan sepak bola putri Indonesia," tambah Teddy.
Setelah musim perdana digelar di empat regional, Soccer League akan membuka regional baru di Solo mulai musim depan. Ajang Soccer Challenge setelah di Pulau Jawa kemudian merambah ke Banjarmasin dan Samarinda juga akan diperluas. Penyelenggara menyiapkan ekspansi kompetisi ke Jayapura.
(H-3)

















































