ALUMNI Imperial College London Dewi Nur Aisyah menjelaskan beberapa tips untuk calon mahasiswa yang hendak belajar ke Inggris. Dewi mengatakan hal pertama yang harus disiapkan adalah mendapatkan surat penerimaan resmi (LoA) dari kampus yang dituju.
Menurut Dewi hal itu penting untuk meyakinkan pemberi beasiswa apakah calon penerima manfaat memiliki kompetensi yang memadai. “Karena itu membuktikan bahwa kita secara dokumen dan persyaratan itu sudah memenuhi syarat untuk sekolah di kampus tersebut,” kata Dewi usai acara Study UK Pre-Departure Briefing di 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, pada Sabtu 11 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Berbagai dokumen resmi yang perlu disiapkan sesuai dengan arahan panitia beasiswa pun perlu disiapkan. Selain mempersiapkan dokumen resmi, Dewi juga mengingatkan agar para calon penerima manfaat mesti mempersiapkan mental. “Hal wajib yang perlu disiapkan adalah mentalitas untuk belajar secara mandiri, terbuka, dan kritis. Sistem pendidikan di Britania Raya sangat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menerima ilmu, tetapi juga mempertanyakan, menganalisis, dan membangun argumen sendiri berdasarkan bukti,” ujar Dewi
Dewi menjelaskan agar tidak kelimpungan saat menempuh studi di diperlukan riset awal untuk mengenal seluk-beluk kampus dan lingkungan tempat tinggal. “Ketika kita telah mengelola ekspektasi yang tidak berlebihan dan melakukan riset awal, itu artinya kita sudah menyiapkan mental sebelum menempuh studi,” ucap Dewi yang juga pakar epidemiologi dan informatika penyakit menular.
Ia pun menuturkan pengalamannya saat memperoleh Beasiswa Unggulan DIKTI 2011, untuk menempuh studi pascasarjana epidemiologi modern di Imperial College London. Kata dia, program beasiswa saat itu tidak menjamur seperti saat ini. “Zaman itu susah banget mendapatkan beasiswa, pilihannya sangat terbatas. Sekarang lebih mudah ada LPDP, ada Chevening untuk ke UK,” kata dia.
“Persiapkan kompetensi terbaik kalian agar mendapatkan beasiswa baik dari pemerintah maupun lembaga pendidikan lainnya,” ia menambahkan.
Sebanyak 280 calon mahasiswa yang ingin berkuliah di Inggris hadir dalam acara “Study Pre-Departure Briefing” (PDB) 2026, yang rutin diselenggarakan oleh organisasi kebudayaan dan pendidikan Inggris untuk Indonesia (British Council). Program prakeberangkatan itu bertujuan membekali para calon penerima manfaat mengenai panduan praktis dan informasi studi terbaru.
Organisasi internasional itu, mendukung para calon mahasiswa dari Indonesia yang ingin menempuh studi ke Inggris. Hadir pula dalam acara tersebut atase pendidikan dan kebudayaan Indonesia untuk Inggris Agus Mochamad Ramdhan serta Direktur British Council untuk Indonesia sekaligus Asia Tenggara Summer Xia, serta para alumni lulusan universitas di Inggris.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di tengah tingginya minat kawula muda di Indonesia maupun Asia Tenggara (ASEAN) terhadap pendidikan tinggi di Britania Raya. Pada tahun ajaran 2024-2025, tercatat sebanyak 39.140 mahasiswa dari negara ASEAN yang menempuh pendidikan di Inggris.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)














