Sering Dianggap Masuk Angin, Ternyata Ini Gejala Awal Menopause yang Jarang Disadari!

22 hours ago 5
Sering Dianggap Masuk Angin, Ternyata Ini Gejala Awal Menopause yang Jarang Disadari! Karakteristik unik gejala perimenopause wanita Indonesia yang didominasi nyeri sendi ketimbang hot flushes.(Dok. Endocrine Society)

MENOPAUSE coaching specialist dan ahli gizi bersertifikat MNU, Alvina Olivia, mengungkapkan karakteristik unik keluhan transisi menopause atau perimenopause pada wanita Indonesia. Berbeda dengan persepsi umum, mayoritas wanita di tanah air justru lebih banyak mengeluhkan nyeri sendi dibandingkan sensasi panas mendadak (hot flushes).

Mengutip studi Pan-Asia Menopause (PAM) terhadap 1.028 wanita pascamenopause, Alvina menyebutkan hanya 5% wanita Indonesia yang melaporkan gejala hot flushes. Sebaliknya, sebanyak 93% mengeluhkan nyeri atau pegal pada tubuh dan persendian, serta 52% mengalami gangguan tidur.

“Perimenopause itu dimulai bisa 10 tahun sebelumnya. Semisal usia kita saat ini 49, berarti itu sudah dimulai pada usia 39. Kita akan merasa tubuh banyak berubah, kita tidak perlu terlalu tua untuk berada di fase perimenopause,” ujar Alvina dalam sesi bincang-bincang di Jakarta, Minggu (6/9).

Sayangnya, gejala-gejala ini sering kali disalahartikan sebagai dampak penuaan biasa, masuk angin, hingga kelelahan. Alvina menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh fluktuasi hormon estrogen, khususnya estradiol, yang berfungsi sebagai penjaga keseimbangan tulang, otot, hingga penyebaran lemak.

Ia menganalogikan hormon estrogen pada masa perimenopause seperti shockbreaker kendaraan yang kemampuannya terus menurun. Estradiol dapat mengayun secara liar, terkadang melonjak tinggi melebihi level usia 20-an, namun bisa anjlok drastis pada minggu berikutnya.

Selain nyeri sendi, gejala lain yang patut diwaspadai meliputi munculnya lemak di area pinggir perut, kabut otak (brain fog) yang memicu lupa mendadak, hingga perubahan suasana hati (mood swing) yang ekstrem. Kondisi ini sering membuat wanita merasa hidup menjadi lebih berat dan kehilangan jati diri.

Alvina menyarankan para wanita untuk mulai mencatat gejala yang dirasakan dan mengomunikasikannya kepada orang terdekat. Langkah terakhir yang sangat dianjurkan adalah menemui dokter yang memahami perjalanan menopause untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai. (Ant/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |