Serba-serbi When Life Gives You Tangerines

4 hours ago 2

DRAMA Korea When Life Gives You Tangerines telah memikat penonton sejak tayang pada 7 Maret 2025. Setelah tayang sebulan drakor ini telah menayangkan beragam kisah yang emosional dengan latar belakang Pulau Jeju pada 1950-an. Dibintangi oleh IU dan Park Bo Gum, drakor ini menggambarkan perjalanan cinta, perjuangan, dan impian.

Tentang When Life Gives You Tangerines

1. Kisah Tiga Generasi

Drakor ini mengisahkan perjalanan tiga generasi perempuan dari Pulau Jeju, yaitu Gwang Rye (ibu Ae Sun), Ae Sun, dan Geum Myeong (putri Ae Sun). Perjalanan mereka menunjukkan perubahan pola pikir dan perjuangan perempuan dalam menghadapi tekanan sosial. Gwang Rye berusaha agar anak-anaknya tidak menjadi penyelam wanita dari Pulau Jeju (haenyeo). Ae Sun ingin menjadi penyair, Geum Myeong bekerja keras untuk keluar kemiskinan.

2. Top 10

When Life Gives You Tangerines drama original Netflix yang diproduksi dengan anggaran sebesar 60 miliar won. Serial ini sempat masuk dalam daftar Top 10 Netflix di 24 negara, termasuk Korea Selatan, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Peru, dan Bolivia.

3. Haenyeo

Ae Sun merupakan anak dari seorang haenyeo, perempuan yang menyelam bebas di perairan Pulau Jeju untuk memanen makanan laut. Dalam When Life Gives You Tangerines, ibu Ae Sun, Jeon Gwang Rye (Yeom Hye Ran) bagian dari komunitas haenyeo Jeju, dan menyelam untuk mencari abalon dan rumput laut.

4. Adegan

Dikutip dari The Korea Times, Kim Heon Sik profesor ilmu sosial di Universitas Jungwon menilai bahwa drama ini menonjol karena berfokus kisah orang-orang biasa. Alur ceritanya yang realistis dapat diterima oleh berbagai generasi.

Salah satu adegan paling menarik dalam drama ini adalah aksi heroik Gwan Shik yang disebut “terjun cinta.” Dalam adegan tersebut, Gwan Shik melompat dari kapal dan berenang ke daratan sebagai bentuk pembuktian cintanya kepada Ae Sun. Momen dramatis ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penonton dan bahkan kerap dijadikan bahan candaan di media sosial.

5. Dialog

Drama ini juga dipenuhi dengan dialog yang mendalam dan emosional. Salah satu kutipan berkesan muncul setelah pertengkaran antara Ae Sun dan putrinya Geum Myeong. “Bagi orang tua, hanya penyesalan yang tersisa. Bagi anak-anak, hanya kebencian yang tersisa.”

Kutipan lainnya yang menyentuh terdengar saat Ae Sun harus merelakan impiannya di penghujung masa remajanya: “Musim semi bagi mereka bukanlah musim untuk bermimpi, tetapi musim untuk menyerah terhadap impian. Mereka melakukannya dengan sukarela.

Marvela, Myesha Fatina Rachman turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Cerita Park Bo Gum Berperan Jadi Gwan Shik, Berusaha Berpenampilan Jelek

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |