Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota DPR dari Partai NasDem Ahmad Sahroni resmi mencabut laporan kasus pengeditan wajahnya dengan Artificial Intelligence (AI) di Polda Metro Jaya.
Kuasa hukum Sahroni, Tina Amelia mengatakan kliennya sepakat memaafkan kedua pelaku yang merupakan influencer yakni Indira Berliana Dewi dan Rena Romansa.
Adapun laporan itu tergister dengan nomor laporan LP/B/6382/IX/2025/SPKT/ Polda Metro Jaya dan LP/B/6486/IX/2025/SPKT/Polda Metro Jaya dengan dugaan pelanggaran Pasal 51 ayat (1) Jo. Pasal 35 dan/atau Pasal 48 Jo. Pasal 32 UU ITE.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah pada hari ini, 6 April 2026, sudah terjadi kesepakatan perdamaian dan juga pencabutan laporan, atas kedua tersangka atau dua terlapor yang sudah kami laporkan pada bulan September 2025," ujarnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (6/4).
Tina menegaskan meskipun telah mencabut laporan dan sepakat damai, kliennya tetap tidak menormalisasi tindakan pengeditan wajah dengan AI.
"Tetapi sekali lagi, melihat bahwa kesungguhan dan itikad baik dari para tersangka atau terlapor ini, sehingga akhirnya klien kami memutuskan untuk melakukan kesepakatan perdamaian dan pencabutan laporan," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan pencabutan laporan tersebut dilakukan setelah ada sejumlah pertemuan mediasi antara Sahroni dengan Indira dan Rena.
"Alhamdulillah langsung berjumpa langsung dengan Pak Ahmad Sahroni, karena memang kebesaran hati beliau, dia langsung mau menerima dan akhirnya kita berdiskusi, ujungnya ya ini hari ini," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Indira dan Rena mengaku menyesal atas perbuatannya. Indira menyampaikan permintaan maaf karena telah ikut-ikutan mengedit foto Sahroni lewat AI.
"Awalnya kita FOMO menggunakan AI itu, template dari prompt Gemini AI gitu. Kita ngikutin dari yang lagi trending. Karena kita content creator, jadi kita menggunakan itu sebagai untuk menambahkan engagement. Ya itu kesalahan yang kita buat," ujar Indira.
"Saya sebagai terlapor atas nama Rena ingin mengucapkan terima kasih banyak ke Bapak Ahmad Sahroni dan juga permohonan maaf yang sangat tulus dengan sepenuh hati saya ingin mengucapkan permohonan maaf, saya telah mengakui kesalahan," kata Rena.
(ugo/tfq)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
3








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)





