Sekolah Indonesia Raih Penghargaan Asia Lewat Inovasi Pengolahan Limbah

2 weeks ago 11
Sekolah Indonesia Raih Penghargaan Asia Lewat Inovasi Pengolahan Limbah Murid AIA SMP IL Kapten Fatubaa di Desa Fatubaa, mengembangkan program pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi es krim, kompos, dan pupuk cair.(AIA)

Inovasi berbasis lingkungan yang dikembangkan di sekolah dinilai mampu menjadi sarana membangun kepedulian, kreativitas, sekaligus keterampilan kewirausahaan bagi peserta didik. Ketika diterapkan secara berkelanjutan, pendekatan tersebut tidak hanya menciptakan manfaat bagi lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Atas inovasi tersebut, SMP IL Kapten Fatubaa di Desa Fatubaa, Indonesia, berhasil meraih Juara Utama AIA Healthiest Schools Competition 2026 dan memperoleh hadiah senilai US$40.000. Penghargaan diberikan setelah sekolah tersebut berhasil mengembangkan program pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi es krim, kompos, dan pupuk cair yang telah memberi manfaat kepada lebih dari 1.000 warga.

Kompetisi yang memasuki tahun keempat penyelenggaraannya itu merupakan bagian dari program AIA Healthiest Schools (AHS), yang mendorong peserta didik berusia 5-16 tahun membangun kebiasaan hidup sehat melalui empat pilar utama, yakni pola makan sehat, gaya hidup aktif, kesehatan mental, dan keberlanjutan.

SMP IL Kapten Fatubaa terpilih sebagai pemenang regional setelah bersaing dengan hampir 1.000 karya dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, jumlah partisipasi tertinggi sejak kompetisi tersebut pertama kali digelar. Penghargaan diumumkan dalam seremoni regional di Bangkok, Thailand. Melalui kompetisi ini, setiap sekolah ditantang menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan kesehatan dan kesejahteraan di lingkungan masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa, tetapi juga menciptakan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat.

Head Judge AIA Healthiest Schools Competition sekaligus AIA Group Chief Marketing Officer, Stuart A. Spencer, mengatakan kompetisi tersebut dirancang untuk membantu generasi muda menerapkan pengetahuan mengenai kesehatan ke dalam aksi nyata.

"Berbagai bukti menunjukkan bahwa intervensi sejak dini dapat memberikan dampak yang bertahan lama. Melalui program ini, para siswa membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mengembangkan keterampilan hidup penting seperti kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kerja sama," ujar Stuart.

Menurut Stuart, program tersebut tidak hanya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya hidup sehat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen membantu masyarakat hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik.

Group Chief Executive and President AIA Group, Lee Yuan Siong, menambahkan bahwa kekuatan utama program tersebut terletak pada kemampuannya mengubah konsep hidup sehat menjadi kebiasaan yang dipraktikkan setiap hari.

"Tindakan sederhana seperti makan lebih sehat, lebih aktif bergerak, dan menjaga kesehatan mental mungkin terlihat kecil. Namun ketika dilakukan secara konsisten di sekolah dan komunitas, tindakan tersebut mampu menciptakan perubahan perilaku dalam skala yang lebih luas," katanya.

Guru SMP IL Kapten Fatubaa, Antonius Kapitan, mengaku tidak menyangka sekolahnya mampu meraih penghargaan tingkat regional tersebut. Menurutnya, para guru dan siswa hanya berupaya menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

"Kami para guru terutama para siswa hanya berusaha yang terbaik. Kami berusaha mengubah kulit pisang menjadi produk seperti es krim, pupuk cair, dan pupuk kompos," ujar Antonius.

Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir. Sekolah berkomitmen melanjutkan program agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak siswa dan masyarakat.

"Kami punya tugas melanjutkan proyek ini karena tujuan kegiatan ini bukan untuk memenangkan penghargaan, namun untuk para siswa kami, masa depan mereka, dan komunitas di sekitar kami. Kami ingin terus berproduksi dan memberikan manfaat kepada lebih banyak siswa dan komunitas," tandasnya. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |