Ilustrasi(Dok Magnific )
SEJUMLAH siswa diketahui pindah sekolah setelah bangunan SDN Kebayoran Lama 09 Pagi, Jakarta Selatan, mengalami kerusakan dan roboh. Keputusan tersebut diambil orang tua demi menjaga keamanan serta kenyamanan anak selama mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
Orang tua siswa, Evi Afrida, mengatakan perpindahan siswa terjadi setelah kondisi gedung sekolah menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Bahkan, sejumlah siswa kelas 5 disebut berencana pindah sekolah pada tahun ajaran baru.
"Ada yang pindah, kelas 5 SD ini juga ada yang mau pindah nih.. Tahun ini ya pas ajaran baru ini, tanggung kan," kata Evi kepada wartawan di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta, Selasa (21/7).
Menurut Evi, jumlah siswa yang masih bersekolah saat ini juga mengalami penurunan cukup signifikan. Jika sebelumnya satu kelas dapat diisi hingga 32 siswa, kini jumlah siswa yang tersisa dari dua kelas hanya mencapai 38 orang.
Karena itu, Evi berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menyediakan gedung sekolah yang layak agar para siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman. Apalagi, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah berlangsung sehingga siswa kelas 1 diharapkan dapat menjalani proses belajar di lingkungan yang kondusif.
"Untuk adik-adik kami ini yang masih lama buat penerusnya, kita ya minta yang terbaik sudah gitu aja sih kita nggak yang gimana-gimana, cuma minta tolong disegerakan gitu," ucapnya.
Saat ini, jumlah siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang masih bersekolah tercatat sebanyak 274 orang. Jumlah tersebut menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai sekitar 300 siswa.
Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, roboh saat hujan deras pada 27 November 2024, bertepatan dengan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.
Sebanyak empat ruang kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) terdampak dalam peristiwa tersebut. Hujan deras yang turun pada sore hari menyebabkan kondisi bangunan semakin melemah hingga akhirnya roboh.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kondisi bangunan yang terus mengalami kerusakan membuat para orang tua siswa khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka.
Sejak kejadian itu, orang tua siswa terus meminta kejelasan terkait pembangunan kembali sekolah. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai perbaikan atau pembangunan gedung sekolah tersebut.
Evi berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membantu pembangunan kembali sekolah agar para siswa dapat belajar di tempat yang lebih aman, layak, dan nyaman. Selain mengganggu kegiatan belajar mengajar, kondisi tersebut juga berdampak pada kegiatan mengaji yang tertunda. (Ant/E-4)

















































