Sejarah AS Jatuhkan Bom Nuklir ke Jepang karena Dianggap Keras Kepala

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat adalah negara pertama dan satu-satunya di dunia yang pernah menggunakan senjata nuklir.

Senjata nuklir itu dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada pukul 8.15 pagi tanggal 6 Agustus 1945.

Bom tersebut, yang dijuluki 'Little Boy' , dijatuhkan dari pesawat pembom USAAF B29 'Enola Gay' dan meledak sekitar 1.800 kaki di atas kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan daya ledak setara sekitar 12,5 kiloton TNT, bom tersebut menghanguskan 5 mil persegi pusat kota menjadi abu dan menyebabkan kematian sekitar 120.000 orang dalam empat hari pertama setelah ledakan.

Banyak yang langsung menguap akibat ledakan, sementara yang lain meninggal kemudian akibat luka bakar dan radiasi.


Tundukkan negara "Keras Kepala"

Dikutip dari laman sejarah pemerintah AS, history.state.gov, disebutkan bahwa setelah bom dijatuhkan para cendekiawan memperdebatkan sejauh penggunaan senjata tersebut di Jepang mewakili diplomasi atom.


Pada tahun 1965, sejarawan Gar Alperovitz menerbitkan sebuah buku yang berpendapat bahwa penggunaan senjata nuklir di kota-kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, dimaksudkan untuk mendapatkan posisi yang lebih kuat dalam tawar-menawar diplomatik pascaperang dengan Uni Soviet, karena senjata itu sendiri tidak diperlukan untuk memaksa Jepang menyerah.

"Cendekiawan lain tidak setuju, dan berpendapat bahwa Truman (presiden AS) menganggap bom itu perlu untuk mencapai penyerahan tanpa syarat dari para pemimpin militer Jepang yang keras kepala dan bertekad untuk berjuang sampai mati," tulis laman tersebut.

Bahkan jika Truman tidak bermaksud menggunakan ancaman tersirat dari senjata tersebut untuk mendapatkan keuntungan atas Stalin, fakta monopoli atom AS setelah uji coba atom yang sukses di Alamogordo, New Mexico pada Juli 1945 tampaknya telah meningkatkan kepercayaan dirinya pada pertemuan-pertemuan selanjutnya, membuatnya lebih bertekad untuk mendapatkan kompromi dari pemerintah Soviet.

Dan tahun-tahun setelah perang dunia II, setelah bom menghancurkan Jepang, AS menjadi lebih percaya diri. "Pada tahun-tahun setelah Perang Dunia Kedua, kepercayaan diri AS akan monopoli nuklirnya berdampak pada agenda diplomatiknya.

Keberadaan bom nuklir berguna untuk memastikan bahwa Eropa Barat akan bergantung pada Amerika Serikat untuk menjamin keamanannya daripada mencari kesepakatan dengan Uni Soviet."

Namun monopoli nuklir AS tidak berlangsung lama. Beberapa tahun sejumlah negara melakukan uji coba dan berhasil. Uni Sovyet melakukannya pada 29 Agustus 1949 di Situs Uji Semipalatinsk, yang terletak di Kazakhstan. Uji coba tersebut menggunakan bom berkode nama "Petir Pertama".

Kemudian Inggris uji coba di Kepulauan Montebello, 100 kilometer di lepas pantai barat laut Australia Barat pada Oktober 1952. Disusul Prancis pertama kali melakukan ledakan nuklir pada 13 Februari 1960 di Reggane, gurun Sahara, Aljazair. Uji coba tersebut diberi nama kode "Gerboise Bleue".

Dan China sukses melakukan uji coba nuklir pertamanya, yang dikenal sebagai Proyek 596, pada 16 Oktober 1964 di Lop Nur, Xinjiang. Keberhasilan ini menjadikan China negara kelima di dunia yang memiliki senjata nuklir.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |