Satgas PRR Pastikan Layanan Medis Pulih di Wilayah Terdampak

7 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra terus memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak dengan memobilisasi ribuan relawan tenaga kesehatan. Hingga akhir Februari 2026, sebanyak 6.525 relawan telah diterjunkan di tiga provinsi terdampak.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, dari total relawan tersebut, 5.734 orang ditempatkan di Aceh, 286 orang di Sumatra Utara, dan 505 orang di Sumatra Barat.

Penempatan dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar tetap berjalan selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penguatan terbesar difokuskan di Aceh melalui skema Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK). Sebanyak 1.792 relawan telah diberangkatkan dalam lima gelombang penugasan.

Mereka disiagakan untuk memperkuat layanan di daerah dengan akses terbatas, pos pengungsian yang masih beroperasi, serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Penempatan relawan di Aceh diprioritaskan pada lima kabupaten terdampak yang memiliki keterbatasan akses, yakni Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Pidie Jaya.

Kehadiran relawan di wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan layanan kesehatan dasar tetap berjalan selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.

Sebanyak 171 relawan TCK Batch ke-5 mulai bertugas sejak 15 Februari 2026 dan dijadwalkan hingga 28 Februari 2026, dengan fokus memperkuat pelayanan kesehatan primer serta mendukung operasional fasilitas kesehatan terdampak.

Selain penguatan tenaga kesehatan, Satgas PRR juga mencatat perkembangan fasilitas kesehatan (faskes) terdampak.

Sampai dengan 26 Februari 2026, total faskes terdampak di tiga provinsi tercatat sebanyak 414 unit, dengan rincian 146 unit di Aceh, 119 unit di Sumut, dan 149 unit di Sumbar yang telah berfungsi.

Dalam perkembangannya, dua puskesmas yang sebelumnya melaksanakan pelayanan di luar gedung akibat kerusakan fasilitas kini telah menggunakan puskesmas modular yang selesai dibangun dan telah diresmikan pada 13 Februari 2026.

Kedua puskesmas tersebut yakni Puskesmas Lokop di Desa Lokop, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur, dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Desa Jambur Lak Lak, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Dengan beroperasinya puskesmas modular tersebut, pelayanan kesehatan masyarakat kini dapat kembali dilakukan secara lebih optimal.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana.

"Kami berterima kasih kepada Kementerian PU yang telah membangun Puskesmas ini dengan sangat cepat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting agar layanan kesehatan masyarakat bisa segera pulih," ujar Budi.

(inh)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |