Samosir Music International 2026: Diplomasi Budaya Lewat Kolaborasi Musisi Dunia

2 weeks ago 12
 Diplomasi Budaya Lewat Kolaborasi Musisi Dunia Suasana penyelenggaraan Samosir Music International (SMI) 2026 di Tuktuk Siadong kawasan Danau Toba, Sumatera Utara yang berlangsung dari 2 Juli hingga 4 Juli 2026.(ANTARA/HO-Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata)

PENYELENGARAAN Samosir Music International (SMI) 2026 yang berakhir pada 4 Juli 2026 menyisakan kesan mendalam bagi para pelakunya. Salah satu sosok yang paling merasakan dampak emosional dari ajang ini adalah Yonatan Pandelaki, musisi keturunan Manado-Batak yang telah menetap di Jerman selama 25 tahun.

Bagi Yonatan, SMI 2026 bukan sekadar panggung musik biasa, melainkan momen berharga untuk menapak tilas budaya asal ibunya yang merupakan Boru Simamora. Ini merupakan kepulangan keduanya ke tanah leluhur setelah sebelumnya tampil pada edisi 2019.

"Ini membawa kembali begitu banyak kenangan, dan saya sangat tersentuh serta terhormat diundang ke tanah air saya," ujar Yonatan dalam siaran pers SMI 2026 di Jakarta, Selasa (7/7).

Kerinduan akan akar budaya ini juga ia bagikan kepada putranya yang berusia 16 tahun. Yonatan sengaja memboyong sang anak untuk melihat langsung keindahan Danau Toba agar ia memahami asal-usulnya. Menurut Yonatan, putranya sangat menikmati keindahan alam yang ia sebut sebagai "bagian surga" tersebut.

Kolaborasi Lintas Negara

Dalam festival yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) ini, Yonatan tidak tampil sendiri. Ia membawa rekan musisinya asal Inggris, Stephen Dominic Ellery, yang telah melakukan tur bersamanya di Eropa selama tiga tahun terakhir.

Panggung Open Stage Tuktuk menjadi saksi kolaborasi apik antara musisi internasional dan lokal. Yonatan dan Stephen berkesempatan berkolaborasi dengan grup Punxgoaran hingga Viky Sianipar Band. Mereka membawakan lagu Dang Marnamuba Ho karya Willy Hutasoit, sebuah perpaduan yang memperlihatkan bagaimana musik mampu melampaui batas bahasa dan negara.

Berikut adalah daftar musisi internasional yang memeriahkan Samosir Music International 2026:

Musisi / Grup Asal Negara Keterangan
Yonatan Pandelaki Jerman (Keturunan Indonesia) Napak tilas budaya Boru Simamora
Stephen Dominic Ellery Inggris Maestro musik, rekan tur Yonatan Pandelaki
Maite Hontelé y La Novia Belanda Penampilan enerjik musik internasional
Kolaborasi Lintas Budaya Spanyol, Kuba, Venezuela Bermain bersama musisi Batak dan Indonesia

Diplomasi Budaya dan Pariwisata

Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arditama Nusantara Putra, menilai kehadiran musisi mancanegara ini membuktikan Danau Toba telah diakui sebagai ruang kolaborasi budaya bertaraf internasional.

“Kolaborasi yang tercipta di panggung ini bukan hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga memperkuat promosi pariwisata Danau Toba melalui pendekatan budaya. Inilah wajah pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Arditama.

Senada dengan hal tersebut, Inisiator sekaligus Event Director SMI, Henry Manik, menegaskan bahwa ruh dari festival ini adalah kolaborasi. Ia berharap SMI terus berkembang menjadi ruang diplomasi budaya yang memperkenalkan keunikan musik Batak, seperti gondang, hasapi, dan sulim, kepada dunia melalui perpaduan instrumen modern.

"Ketika musisi dari Eropa maupun Amerika Latin memainkan musik bersama seniman Batak, di situlah lahir pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain," pungkas Henry. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |