Respons Dampak Erupsi Krakatau, Ditlantas Polda Metro Distribusikan Masker untuk Ojol

23 hours ago 2
Respons Dampak Erupsi Krakatau, Ditlantas Polda Metro Distribusikan Masker untuk Ojol Sejumlah personel Ditlantas Polda Metro Jaya membagikan masker kepada pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta untuk mengantisipasi bahaya paparan abu vulkanik .(Dok. Ditlantas Polda Metro Jaya)

DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya membagikan 20.000 masker kepada para pengemudi ojek online (ojol) di tiga titik pangkalan wilayah Jakarta, yakni Mall Gandaria City, Stasiun Kebayoran Lama, dan MRT Blok M, Senin (7/9). 

Aksi tersebut dilakukan guna mengantisipasi paparan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Firman Darmansyah menjelaskan aksi sosial tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri. Langkah ini diambil karena pengemudi ojol banyak menghabiskan waktu di ruang terbuka.

"Sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan Polri kepada para pengemudi ojol yang tetap beraktivitas di jalan di tengah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Firman.

Ia menambahkan, perlindungan saluran pernapasan menjadi fokus utama jajarannya dalam kegiatan tersebut.

"Pembagian masker dilakukan untuk membantu mengurangi paparan abu vulkanik, khususnya terhadap saluran pernapasan, selama mereka berkendara dan melayani kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan, personel Ditlantas Polda Metro Jaya juga mengimbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Pengemudi ojol diminta menggunakan alat perlindungan diri lengkap, mengurangi kecepatan saat jarak pandang terbatas, menjaga jarak aman, dan senantiasa memperhatikan kondisi sekitar.

Firman menegaskan aksi ini merupakan komitmen kepolisian dalam mengayomi warga yang harus bekerja di tengah ancaman dampak bencana alami.

"Melalui pembagian 20.000 masker, diharapkan para pengemudi ojol dapat menjalankan aktivitas dengan lebih aman dan terlindungi," terang dia.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mendatangkan hujan. 

Langkah ini ditujukan untuk meluruhkan material abu vulkanik yang dinilai mulai mengganggu mobilitas warga hingga jadwal penerbangan.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyebutkan, meski intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau menunjukkan penurunan, sebaran abu masih melayang di udara.

“Kemudian untuk sebaran abu vulkanik, dari mulai kemarin, terus sampai malam, sampai pagi ini masih ada,” ucap Suharyanto. (Ant/P-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |