Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.(gov.uk)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan pembicaraan telepon perdana dengan Perdana Menteri baru Inggris, Andy Burnham, pada Senin (20/7). Dalam percakapan tersebut, Trump memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Burnham dan menegaskan kembali komitmen Washington untuk mempererat hubungan bilateral dengan London.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan optimismenya terhadap masa depan Inggris di bawah kendali Burnham. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat siap memberikan dukungan penuh bagi pemerintahan baru tersebut.
"Perdana Menteri memiliki tugas besar di depan, tetapi saya yakin dia akan mampu menjalaninya. Dan tentu saja, Amerika Serikat akan selalu siap membantu!" tulis Trump.
Isu Strategis: Dari Perdagangan hingga Selat Hormuz
Trump mengungkapkan bahwa diskusi tersebut mencakup berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan bersama kedua negara. Fokus utama pembicaraan meliputi kerja sama perdagangan, aliansi pertahanan, hingga situasi keamanan di jalur pelayaran internasional.
Salah satu poin spesifik yang dibahas adalah upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz guna memastikan keamanan jalur logistik global. Selain itu, keduanya menyinggung potensi pengelolaan minyak di Laut Utara.
"Kami membahas minyak Laut Utara, perdagangan, aliansi militer, pembersihan ranjau di Selat Hormuz, dan banyak topik lainnya. Percakapan itu sangat menarik dan berjalan dengan sangat baik," tambah Trump.
Komunikasi ini menandai perubahan sikap Trump terhadap Burnham. Sebelumnya, Trump sempat melontarkan kritik dengan menyebut politikus Partai Buruh tersebut sebagai sosok yang sangat liberal dan meragukan komitmennya terhadap perluasan pengeboran minyak di Laut Utara.
Prosesi Konstitusional di Istana Buckingham
Andy Burnham resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada Senin (20/7), menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri. Burnham tiba di Istana Buckingham sekitar pukul 12.05 waktu setempat didampingi istrinya, Marie France van Heel, untuk menjalani prosesi pengangkatan oleh Raja Charles III.
Pihak Kerajaan Inggris melalui pernyataan resmi mengonfirmasi bahwa Raja telah memberikan mandat kepada Burnham untuk membentuk pemerintahan baru.
"Yang Mulia Raja menerima audiensi Yang Terhormat Andrew Burnham dan memintanya untuk membentuk pemerintahan baru," demikian pernyataan resmi kerajaan sebagaimana dilansir The Guardian.
Dalam sistem konstitusi Inggris, pertemuan dengan Raja dan prosesi jabat tangan menandai dimulainya masa jabatan resmi seorang perdana menteri. Burnham kini memegang tanggung jawab ganda sebagai Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Pertama.
Transisi kepemimpinan ini terjadi setelah Keir Starmer secara resmi menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Raja Charles III pada hari yang sama, membuka jalan bagi Burnham untuk memimpin pemerintahan Inggris di tengah tantangan geopolitik global.

















































