SETELAH 10 tahun berkarya di dunia musik, rapper Basboi merilis album keduanya bertajuk Kasablanka pada Jumat, 5 Juni 2026. Perilisan album ini diawali dengan rangkaian single “GayA idup” dan “Kl bkn aq”, dua dari total 15 judul yang ada di album terbarunya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kasablanka menjadi album yang memperlihatkan versi paling orisinil dari Basboi, sehingga bukan sekadar tentang gaya hidup di Jakarta. Narasi dan musikal dalam album keduanya berbeda dengan debut album yang dirilis pada 2021 bertajuk Adulting For Dummies.
“Album pertama itu seperti doa gue menjadi Basboi, sementara Kasablanka sudah jadi Basboi baik dari segi kenikmatannya, konsekuensinya, terefleksikan dalam Kasablanka,” katanya kepada Tempo di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Juni 2026.
Nuansa reflektif yang dibangun rapper bernama asli Baskara Rizqullah itu merasa dalam Kasablanka dirinya telah berkarier selama 10 tahun sehingga menciptakan ruang untuk merefleksikan diri. Sementara di debut albumnya dirinya masih menjajaki industri musik sehingga perlu menjelaskan proyek musiknya seperti apa kepada audiens.
“Sekarang gue berbicara ke orang yang tahu, meski orang yang enggak tahu gue lama-lama tahu dengan ekspresi yang autentik di Kasablanka dan bisa beresonansi ke mereka,” tuturnya.
Di album penuh keduanya, Basboi menggandeng Sony Music Publishing Indonesia sebagai perusahaan rekaman serta menggandeng lebih dari 10 produser untuk keseluruhan 15 nomor yang ada dalam Kasablanka. Selama proses penggarapan, dirinya terbiasa bekerja membuat musik dan beat terlebih dahulu, lalu menggubah lirik.
“Liriknya biasanya bukan langsung jadi cuma potongan kata, tapi setelah musiknya jadi baru dikembangkan lagi. Kalau beat-nya ada yang sama-sama dikerjakan di studio ada yang sudah jadi,” kata Basboi. Salah satu lagu yang beat-nya dibeli jadi oleh Basboi yakni dalam lagu “itu harus”.
Tiap judul dari 15 lagu yang masuk dalam Kasablanka punya narasi yang beragam mulai dari cinta hingga nostalgia dengan warna yang berfokus pada kehidupan metropolitan. Nomor pembuka dimulai dari “GayA idup”, “I <3 JKT”, “kl bkn aq”, “itu harus”, “PS2”, “cantik”, “jgn krn gw baek”, dan “popsta?”. Ada pula lagu-lagu seperti “gapeduli”, “gamasuk”, “angin kencang”, “laper mata”, “Kasablanka 03:00”, “[lift penghuni]”, dan “yang kubuat”.
Potret Kehidupan Urban
Kawasan Kota Kasablanka di Jakarta yang menjadi tempat tinggalnya saat ini menjadi latar tempat untuk menangkap pelbagai momen kehidupan yang kemudian dituangkan ke dalam album musik. Sebagai perantauan dari Medan yang kemudian berkuliah di Bandung, hingga kini menetap di Jakarta, membantu Basboi memiliki perspektif yang lebih luas.
“Kasablanka itu di satu sisi mewah tapi secara bersamaan kumuh. Kelasnya tinggi tapi kehidupannya kacau banget dan gue juga takut juga akan hal itu yang gue tuangkan di lagu 'angin kencang',” kata dia.
Selain itu, dalam lirik-liriknya Basboi juga membangun personanya sendiri dengan menulis kata demi kata dengan bahasa sehari-hari. Ia enggan menulis lirik puitis semata karena sedang berada di dapur rekaman. “Kenapa kita malu banget sama bahasa sehari-hari kita dan harus memolesnya di lagu. Banyak yang bilang lebih gampang nulis lirik bahasa Inggris agar tak terlihat cringe, sebenarnya itu inferiority complex saja sebagai bangsa yang lama dijajah,” ujarnya.
Di lagu-lagu dalam Kasablanka, Basboi mencampurkan bahasa dan dialek Medan, Jakarta, hingga Inggris. “Karena memang seperti itu gue berbicara sehari-hari. Terkadang gue berbicara seperti orang Jakarta, tapi karena gue dari Medan jadi aksennya tak hilang, dan gue juga berbicara bahasa Sunda,” kata dia. Rapper berusia 30 tahun itu hanya ingin musik yang dihasilkannya mencerminkan dirinya sehari-hari, termasuk berbicara dan berdialek.
Hip Hop sebagai Gaya Hidup
Dalam karya-karyanya, Basboi cenderung memasukkan jenis musik lain ke beberapa bagian dalam lagunya. Sebelumnya, pada mini album Parah Max di lagu “Shopping Spree” punya nuansa hardcore punk, sementara di Kasablanka ia melakukan sampling lagu “Angin Kencang” dari Noh Salleh dan petikan gitar ala midwest-emo di tembang “yang kubuat”.
“Gue suka musik-musik itu kaya 'Angin Kencang' itu gue pecahkan sendiri pakai strings tapi trap out atau di 'yang kubuat' rasanya tak masuk akal memasukkan midwest dengan drum jerk 808, tapi bisa kohesif,” ujarnya.
Basboi mengakui representasi musik yang diciptakannya bukan sekadar terpusat pada genre tertentu melainkan ‘musiknya Basboi’. Ia tak begitu memikirkan jika ada yang merasa persilangan genrenya terlalu jauh dari pakem yang ada. “Selama gue bisa rasa dan merasa suka ya sudah. Gue hari ini tak sebodoh yang lalu, tapi dibilang sudah pintar tak bisa juga,” ujarnya.
Keberagaman genre musik yang dihadirkan dalam lagu-lagunya tak lepas dari perjalanan bermusik sedari dulu. Sekitar satu dekade lalu di Universitas Padjajaran, Basboi acapkali mendengarkan musik folk, sedangkan semasa sekolah di Medan dirinya aktif memainkan musik hardcore dan pop-punk. “Cuma setelah melihat kolektif hip hop di Jakarta terutama pada masa itu gue merasa hip hop bisa punya cara yang bebas dan suka-suka begitu gue suka banget,” katanya.
Menurut dia, dalam lagu-lagu yang diciptakannya yang paling penting cara penyampaiannya dan pembawaannya, sementara bunyi bisa beragam. “Hip-hop itu yang dijual pasti musik, cuma buat gue sebenarnya poin utamanya itu sebagai gaya hidup,” ujarnya. Sebab itu ia tak terlalu mengikuti jenis-jenis musik hip hop sepenuhnya dalam satu lagu, melainkan menyandingkannya secara bersamaan.
Berada di ekosistem musik hip hop selama 10 tahun pun dirasa sulit bagi Basboi. “Cuma karena gue suka banget jadinya terasa tak sesulit yang dibayangkan. Karena bisa melakukan ini saja dengan konsisten bagi gue sebuah karunia,” kata dia.
Sebab itu ia tak berhenti pada proses penciptaan karya musik saja melainkan juga memikirkan audiens, termasuk di media sosial. Mulai dari artis luar negeri, iklan di televisi dan internet, hingga referensi lainnya yang tersebar di media sosial menjadi pelajaran bagi dirinya. “Mencari inspo itu bukan pas kita buka Pinterest, melainkan begitu bangun tidur di mana saja bisa cari inspo, dan itu yang coba gue terapkan,” kata Basboi.


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)














