Centaurus A seperti yang dilihat oleh JWST.(NASA, ESA, CSA, STScI; Pemrosesan Gambar: Alyssa Pagan (STScI), Joseph DePasquale (STScI), Macarena Garcia Marin (Kantor ESA di STScI))
TELESKOP Antariksa James Webb (JWST) baru saja merayakan empat tahun masa operasionalnya di luar angkasa. Untuk menandai pencapaian bersejarah ini, NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) merilis sebuah citra kosmik terbaru yang sangat menakjubkan. Foto tersebut menangkap detail luar biasa dari lokasi tabrakan kosmis masif antara dua galaksi yang sedang berinteraksi.
Objek yang menjadi bintang utama dalam perayaan ulang tahun kali ini adalah pasangan galaksi yang dikenal dengan nama ilmiah Arp 142. Struktur kosmik ini terdiri dari galaksi spiral NGC 2936, yang sering dijuluki "Galaksi Penguin" karena bentuknya yang menyerupai burung tersebut, serta galaksi elips NGC 2937, yang tampak seperti telur di bawahnya.
Distorsi Kosmis Akibat Gaya Gravitasi
Interaksi antara kedua galaksi ini telah berlangsung selama jutaan tahun. Melalui mata inframerah sensitif milik James Webb, para astronom dapat melihat bagaimana gaya gravitasi yang sangat kuat dari galaksi elips secara perlahan menarik dan mengubah bentuk Galaksi Penguin. Gas dan debu antariksa yang dulunya tersusun rapi dalam bentuk spiral kini terdistorsi, menciptakan efek visual menyerupai siluet kepala, paruh, dan sayap Penguin.
Kombinasi instrumen Near-Infrared Camera (NIRCam) dan Mid-Infrared Instrument (MIRI) pada teleskop ini berhasil menembus tabir debu tebal yang biasanya menutupi objek tersebut jika dilihat dengan teleskop cahaya tampak konvensional. Hasil pemotretan ini memperlihatkan kilatan cahaya biru dari bintang-bintang baru yang lahir akibat gelombang kejut dari interaksi kedua galaksi tersebut.
Empat Tahun Merevolusi Astronomi Modern
Sejak diluncurkan pada akhir tahun 2021 dan mulai mengirimkan gambar ilmiah pertamanya pada musim panas 2022, James Webb telah mengubah cara manusia memandang alam semesta. Teleskop ini telah berhasil mengamati galaksi-galaksi paling awal yang terbentuk setelah Big Bang, menganalisis atmosfer planet ekstrasurya yang jauh, hingga mengabadikan sudut-sudut sistem tata surya kita sendiri dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya.
Perwakilan tim ilmuwan JWST mengungkapkan rasa bangganya terhadap performa luar biasa yang ditunjukkan oleh mahakarya teknologi ini selama empat tahun terakhir.
"Setiap gambar baru dari Teleskop James Webb membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana galaksi dan bintang-bintang berevolusi," jelas perwakilan tim ilmuwan tersebut dalam sebuah pernyataan. "Keberhasilan menangkap interaksi rumit pada Arp 142 ini bukan sekadar perayaan visual, melainkan bukti nyata bahwa instrumen ini masih terus beroperasi pada puncak kemampuannya untuk membuka rahasia alam semesta."
Melalui rilis foto perayaan ini, teleskop James Webb membuktikan bahwa ia masih menjadi garda terdepan dalam eksplorasi antariksa. Data-data mentah yang dikirimkan dari objek Arp 142 ini dipastikan akan menjadi bahan kajian yang sangat berharga bagi para astronom di seluruh dunia untuk memodelkan masa depan galaksi kita sendiri, Bima Sakti, yang diprediksi juga akan mengalami tabrakan serupa dengan galaksi Andromeda di masa depan. (Space/Z-2)

















































