Rakyat Israel Diklaim Tak Pernah Mau Damai Dengan Lebanon

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon dianggap masyarakat Israel sesuatu yang sia-sia. Rakyat Israel tidak pernah mau damai dengan Lebanon.

Israel dan Lebanon dikabarkan sudah mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata selama 10 hari mulai Kamis (16/4). Kabar itu diungkap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Gencatan senjata Israel dan Lebanon berlaku mulai pukul 17.00 waktu Amerika Serikat. Kesepakatan ini dicapai usai pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua pemimpin ini telah sepakat, bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 17.00," tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip Al Jazeera.

Namun, gencatan senjata ini bukan sesuatu yang diinginkan masyarakat Israel. Klaim tersebut diungkap pengamat politik yang berbasis di Jaffa, Tel Aviv, Abed Abou Shhadeh.

Shhadeh mengatakan orang-orang di kota-kota Israel, terutama di bagian utara, tidak gembira dengan gencatan senjata dan rencana perjanjian perdamaian antara Israel dan Lebanon.

"Kata 'perdamaian' tidak pernah ada dalam leksikon politik Israel selama 15 tahun terakhir," ujar Shhadeh dikutip dari Al Jazeera, Kamis (16/4).

"Akal sehat [manusia seharusnya] mengatakan bahwa setiap negara harus bercita-cita untuk berdamai dengan tetangganya. Sayangnya, di kalangan publik Israel, tidak ada yang berbicara tentang perdamaian. Tidak ada yang berbicara tentang negosiasi diplomatik yang sebenarnya," ucapnya menambahkan.

Shhadeh kemudian mengkritik para pemimpin Israel yang menargetkan pembatasan Israel harus sampai ke Sungai Litani, bagian selatan Lebanon.

"Sangat kekanak-kanakan, juga mereka bahkan berpikir bahwa semuanya dapat dicapai melalui kekuatan militer," ucap Shhadeh.

Lebih lanjut, Shhadeh mengatakan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang baru saja tercapai sangat tidak disukai masyarakat Israel. Terlebih, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjanjikan kemenangan terhadap Hizbullah.

"Gencatan ini sangat bermasalah, tidak hanya bagi Netanyahu, tetapi juga bagi publik Israel yang selama 2,5 tahun terakhir dijanjikan kemenangan mutlak. Orang-orang di Israel utara sangat kecewa, mereka adalah calon pemilih Netanyahu. Mereka tidak mengharapkannya, dan mereka juga tidak mengharapkan Donald Trump akan mengumumkan gencatan senjata ini," ujar Shhadeh.

(har/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |