Rahasia Kelahiran Matahari Terungkap dari Debu Antariksa Berusia 4,6 Miliar Tahun

7 hours ago 2
Rahasia Kelahiran Matahari Terungkap dari Debu Antariksa Berusia 4,6 Miliar Tahun Ilustrasi magnetisme di tata surya awal.(Hernan Canellas)

PENELITIAN terbaru mengungkapkan debu kuno dari meteorit menyimpan "catatan fosil" dari masa-masa awal pembentukan Matahari. Temuan ini menunjukkan bahwa magnetisme memegang peranan yang jauh lebih besar dalam proses pembentukan Tata Surya daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sekitar 4,6 miliar tahun lalu, Tata Surya masih berupa awan gas dan debu raksasa yang dikenal sebagai nebula matahari. Selama beberapa juta tahun berikutnya, awan tersebut merata dan membentuk piringan protoplanet menyerupai donat dengan calon bintang yang terus mengumpulkan massa di intinya.

Selama ini, para ilmuwan berasumsi gravitasi merupakan faktor utama yang membentuk susunan tersebut. Namun, studi terbaru membuktikan bahwa gravitasi mendapatkan bantuan besar dari medan magnet.

Jejak magnetisme purba ini ditemukan di dalam bulir-bulir debu meteorit bernama DOM 08006, sebuah meteorit murni yang ditemukan di Antartika pada tahun 2008.

Bulir-bulir debu yang dianalisis merupakan calcium-aluminum-rich inclusions (CAI), materi yang diperkirakan terbentuk pada 200.000 tahun pertama Tata Surya. Hal ini menjadikannya salah satu sampel materi Tata Surya tertua yang pernah ditemukan.

"Kami tahu materi ini adalah objek tertua dari Tata Surya awal yang kita miliki," kata ketua tim peneliti, Cauê Borlina dari Purdue University. "Namun, CAI sangat kompleks dan tidak semuanya sama, bahkan dalam potongan meteorit berukuran 1 milimeter. Jadi kami harus mengidentifikasi jenis-jenisnya secara sangat hati-hati."

Hasil analisis menunjukkan adanya medan magnet pada nebula matahari di masa protoplanet, bahkan sebelum planet-planet terbentuk. Medan magnet ini diperkirakan 12 kali lebih kuat daripada magnetosfer Bumi saat ini dan memengaruhi proses pemipihan awan gas tersebut.

"Transisi dari awan berbentuk bola menjadi piringan protoplanet adalah salah satu peristiwa paling signifikan dalam seluruh sejarah Tata Surya," jelas anggota tim peneliti, Benjamin Weiss dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). "Selama ini diteorikan gravitasi yang menyebabkannya, tetapi pengukuran kami menunjukkan magnetisme kemungkinan besar ikut berperan."

Medan magnet purba ini tercipta ketika partikel-partikel bermuatan berputar di dalam awan gas dan debu yang runtuh saat melahirkan Matahari. Medan magnet tersebut kemudian membantu memindahkan gas dari piringan protoplanet ke arah dalam menuju Matahari.

Meteorit DOM 08006 menjadi kunci penting karena kondisinya sangat alami dan minim mengalami perubahan kimiawi dibanding meteorit lain selama 4,5 miliar tahun terakhir.

"Saat ini, orang tidak lagi memperdebatkan apakah magnetisme hadir ketika planet-planet terbentuk. Namun, perdebatan berada pada masa Tata Surya yang sangat awal, sebelum planet terbentuk, ketika yang ada hanya berupa piringan," ujar Borlina. "Di sinilah letak perdebatannya, dan di area itulah kami beroperasi sekarang."

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini membuktikan bahwa pembentukan Matahari dan planet-planet tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan medan magnet. (Space/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |