Kabar duka menyelimuti Indonesia. Wakil Ketua DPR RI dan eks Mendag Rachmat Gobel meninggal dunia. Simak rekam jejak dan kisah inspiratif hidupnya di sini.(MI/Vicky Gustiawan)
PANGGUNG politik dan dunia usaha nasional diselimuti kabar duka yang mendalam. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019-2024 yang juga politisi senior Partai NasDem, Rachmat Gobel, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (10/6/2026) dini hari pukul 03.20 WIB.
Informasi resmi mengenai kepergian tokoh berusia 63 tahun tersebut disampaikan langsung oleh pihak keluarga besar melalui keterangan tertulis. Berdasarkan konfirmasi tersebut, almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan.
"Dengan penuh keikhlasan dan rasa duka yang mendalam, kami, Keluarga Besar Bpk. Rachmat Gobel, menyampaikan kabar bahwa Bpk. Rachmat Gobel telah berpulang ke rahmatullah pada hari Jumat (10/06/2026), pukul 03:20 WIB, di RS. Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan," bunyi pernyataan resmi dari keluarga besar almarhum.
Kepergian pria kelahiran Gorontalo, 3 September 1962 ini meninggalkan duka mendalam bagi bangsa. Sepanjang hayatnya, Rachmat Gobel dikenal sebagai sosok luar biasa yang berhasil mencapai dua puncak karier penting di Indonesia: sebagai eksekutif saat dipercaya menjadi Menteri Perdagangan di era Presiden Joko Widodo, serta di ranah legislatif sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Namun, kesuksesan besar generasi kedua dinasti bisnis keluarga Gobel ini tidak diraih secara instan. Lahir sebagai anak kelima dari pasangan pebisnis legendaris, Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel, Rachmat ditempa dengan disiplin yang sangat keras. Jiwa kepemimpinan dan mentalitas tangguhnya dibentuk dari bawah; ia bahkan harus merasakan pengalaman bekerja sebagai tukang sapu pabrik saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kemampuan akademisnya teruji ketika ia berhasil meraih gelar sarjana bidang Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo, Jepang pada 1986, yang dilanjutkan dengan praktik kerja di Matsushita Group, Osaka. Sekembalinya ke Jakarta pada 1989, ia merintis karier manajerial sebagai Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel (sekarang PT Panasonic Manufacturing Indonesia).
Pengalaman hidup dan didikan keluarga melahirkan komitmen mendalam dari seorang Rachmat Gobel terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia memegang teguh keyakinan bahwa kualitas sebuah produk akan meningkat secara linier dengan meningkatnya kualitas manusianya.
"Kita harus memanusiakan manusia," tegas Rachmat semasa hidupnya mengenai filosofi pembangunan SDM yang ia terapkan.
Prinsip ini pula yang ia bawa ke ranah sosial dan olahraga, salah satunya saat ia sukses memimpin organisasi pencak silat hingga dikenal luas ke Eropa dan Afrika, serta menjadi Ketua Harian INASOC untuk SEA Games XI Indonesia. Kehadirannya yang berdampak nyata membuat masyarakat Gorontalo sangat mencintainya dan menganugerahinya gelar adat "Ti Bulilango Hunggia" yang berarti "Pemberi Cahaya Negeri".
Kini, sang 'Pemberi Cahaya' telah berpulang. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai rencana persemayaman serta lokasi pemakaman almarhum. (Gobel/NasDem/Z-2)

















































