Pemanjat tebing disiplin lead Indonesia Putra Tri Ramadani (Srondeng), beraksi dalam babak kualifikasi World Climbing Series Koper 2026 di Slovenia, Jumat (4/9/2026).(HO-World Climbing Series)
ATLET panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, yang akrab disapa Srondeng, sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Ia berhasil membawa pulang medali perunggu nomor lead putra pada ajang World Climbing Series (WCS) Koper 2026 yang berlangsung di Slovenia, Minggu (6/9) WIB.
Dalam babak final yang berlangsung ketat, Srondeng mencatatkan skor 28+. Hasil ini mengukuhkan posisinya di peringkat ketiga pada seri yang khusus mempertandingkan disiplin lead tersebut. Sementara itu, dominasi atlet Jepang masih terlihat kuat dengan keberhasilan mereka mengamankan posisi pertama dan kedua.
Medali emas diraih oleh Neo Suzuki (Jepang) yang tampil impresif dengan skor tertinggi 33+. Rekan senegaranya, Satone Yoshida, menyusul di posisi kedua dengan skor 30+ dan berhak atas medali perak.
Konsistensi Sejak Babak Kualifikasi
Keberhasilan Srondeng meraih podium merupakan buah dari performa yang konsisten sejak awal kompetisi. Pada babak kualifikasi, atlet berusia 20 tahun ini mencatatkan skor 5,1 dan menempati posisi ketujuh untuk melaju ke semifinal.
Memasuki babak semifinal, performa Srondeng kian menanjak. Ia berhasil menempati posisi kelima dengan catatan nilai 33. Di babak akhir, ia mampu melewati sebagian besar tantangan jalur yang ekstrem, bersaing ketat dengan para pemanjat unggulan dari Jepang, Italia, hingga Korea Selatan.
| 1 (Emas) | Neo Suzuki | Jepang | 33+ |
| 2 (Perak) | Satone Yoshida | Jepang | 30+ |
| 3 (Perunggu) | Putra Tri Ramadani | Indonesia | 28+ |
Persiapan Menuju Asian Games 2026
Pencapaian ini sejalan dengan target yang dipasang oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI). Federasi berharap para atlet dapat memberikan performa terbaik dan menembus babak final di setiap seri kejuaraan dunia.
Keikutsertaan dalam WCS Koper 2026 bukan sekadar mengejar medali, melainkan juga menjadi ajang strategis untuk meningkatkan peringkat dunia. Selain itu, kompetisi ini menjadi ujian kesiapan fisik dan mental bagi para atlet sebelum berlaga di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang. (Ant/Z-1)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)




