Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi Perkuat Layanan Kesehatan Mental Pekerja

2 weeks ago 12
Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi Perkuat Layanan Kesehatan Mental Pekerja Ilustrasi(Dok Istimewa)

KESEHATAN mental di tempat kerja semakin menjadi perhatian berbagai pihak seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesejahteraan psikologis pekerja. Bicara dari sisi klinis – sekitar 260 juta orang di Asia Tenggara (kira-kira 1 dari 7 orang) hidup dengan kondisi kesehatan mental. Dr. Andrea Bruni, Penasihat Regional WHO untuk Kesehatan Mental, menyoroti bahwa kesenjangan layanan pengobatan di beberapa negara mencapai angka hingga 90%. 

Kesehatan mental yang buruk di tempat kerja dikaitkan dengan meningkatnya absensi dan presenteeism (hadir bekerja tetapi produktivitas menurun). Bicara dari sisi dampak ke Perusahaan –12 miliar hari kerja hilang per tahun secara global akibat depresi dan kecemasan (WHO/ILO, 2022), dengan kerugian ekonomi US$ 1 triliun/tahun. Ini alasan kenapa perusahaan perlu digandeng untuk turun tangan, bukan hanya sektor kesehatan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi dan PT Otsuka Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat layanan kesehatan mental bagi pekerja melalui program  Mental Ease at Workplaces, Kamis (9/7), di Aula Golf Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, bersama perwakilan PT Otsuka Indonesia. Acara turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan nasional yang menyatakan komitmennya dalam membangun lingkungan kerja yang lebih peduli terhadap kesehatan mental.

Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi menjalankan peran Mental Health Beyond the Health Sector sesuai World Mental Health Report 2022. Kerja sama tersebut merupakan upaya memperluas akses layanan kesehatan mental bagi pekerja melalui kolaborasi antara rumah sakit, dunia usaha, dan sektor swasta. Perusahaan mitra dapat mengirimkan pegawainya untuk menjalani asesmen kesehatan mental dan memperoleh tindak lanjut layanan wellbeing di Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi dengan skema pembiayaan bersama antara PT Otsuka Indonesia dan perusahaan.

Dalam sambutannya, perwakilan Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS, menegaskan pentingnya menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) karena RS merupakan lingkungan kerja dengan tingkat stres tinggi terutama di Instalasi Gawat Darurat. Tenaga kesehatan setiap hari menghadapi tekanan pelayanan, situasi kedaruratan, serta beban emosional yang besar. Implementasi K3RS tidak hanya berfokus pada keselamatan fisik, tetapi juga harus mencakup perlindungan kesehatan psikososial tenaga kesehatan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi menghadirkan talkshow bertema "Kesehatan Mental di Tempat Kerja". Direktur Utama RS Marzoeki Mahdi sekaligus psikiater Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ memaparkan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai faktor yang memengaruhi produktivitas kerja melalui materi "Jaga Kesehatan Mental, Jaga Produktivitas". Sementara itu, Putry Maulani Janaunty memperkenalkan implementasi program Mental Ease at Workplaces yang mendorong perusahaan menciptakan budaya kerja yang lebih sehat.

Dr Nova Riyanti Yusuf mengatakan kesehatan mental di tempat kerja bukan sekadar beban individu, melainkan tanggung jawab bersama untuk menciptakan ruang kerja yang suportif, manusiawi, dan bebas dari stigma

"Penyintas gangguan jiwa harus diperlakukan secara manusiawi dan adil. Lingkungan kerja tidak boleh mendiskriminasi mereka yang memiliki riwayat masalah kejiwaan," lanjut Nova Riyanti yang kerap disapa Noriyu.

Kegiatan kemudian ditutup dengan Happy Hormones Release Activity (Art Session) sebagai salah satu contoh aktivitas promotif yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pekerja. Inisiatif ini juga sejalan dengan tema Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026, "It Is Time to Prioritize Mental Health in the Workplace", yang menegaskan bahwa kesehatan mental perlu menjadi bagian dari strategi organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan produktif. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |