Purbaya Tanggapi Laporan Tempo yang Menyoroti Penggunaan SAL

3 hours ago 2

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi artikel di majalah Tempo edisi 26 April 2026 berjudul “Stimulus Hampa Dana Sisa Anggaran Lebih”. Pada artikel itu, Tempo menyoroti sisa dana saldo anggaran lebih (SAL) sebesar Rp 120 triliun di bank sentral.

Purbaya mengklaim dana SAL hingga saat ini masih tersisa Rp 420 triliun. “Itu, kan, ada Tempo keluarin berita, katanya uang saya tinggal Rp 120 triliun dari SAL. Itu menandakan Tempo enggak mengerti moneter. Tempo enggak mengerti apa yang saya kerjakan,” kata Purbaya kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 April 2026. 

Menurut Bendahara Negara tersebut, yang dilakukannya adalah memindahkan uang SAL sebesar Rp 300 triliun dari Bank Indonesia ke perbankan dalam bentuk deposito. Ia mengatakan dana SAL sebesar Rp 420 triliun masih utuh karena belum digunakan untuk keperluan anggaran. Purbaya pun menganggap laporan Tempo salah dalam menghitung dana SAL.

Purbaya berpendapat Tempo seharusnya belajar sebelum menyebarkan berita negatif. Ia lalu menyatakan tidak akan membawa perkara ini ke Dewan Pers. “Enggak usah, ngapain,” katanya.

Dalam artikel terbaru di majalah Tempo itu, Purbaya diberitakan telah beberapa kali mengalihkan SAL. Pada September 2025, ia menggeser Rp 200 triliun ke bank komersial. Ia kembali memindahkan Rp 76 triliun pada November 2025 dan Rp 100 triliun pada Maret 2026.

Purbaya berharap pemindahan dana ini bisa meningkatkan likuiditas bank. Namun, pada akhir Desember 2025, Purbaya menarik Rp 75 triliun untuk keperluan belanja kementerian/lembaga. Mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan itu pun mengakui efek kebijakan ini tak seoptimal yang ia bayangkan.

Dengan begitu, sebanyak Rp 300 triliun dari Rp 450 triliun dana SAL telah dipindahkan ke perbankan dalam bentuk deposito on call. Dengan demikian, kas pemerintah di bank sentral saat ini tersisa sekitar Rp 120 triliun.

SAL sendiri merupakan akumulasi sisa anggaran yang dicadangkan sebagai dana darurat. Sebagai dana darurat, SAL menjadi opsi pembiayaan terakhir setelah alokasi belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Han Revanda Putra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |