Puluhan Ribu Imigran Kembali ke Maroko dari Ceuta Usai Penyeberangan Massal

5 hours ago 3
Puluhan Ribu Imigran Kembali ke Maroko dari Ceuta Usai Penyeberangan Massal Guna mengantisipasi dan mencegah adanya penyeberangan susulan, otoritas Spanyol mulai mengambil langkah preventif pada Sabtu dengan memasang barikade pengaman di pemecah gelombang perbatasan Tarajal.(AFP)

SEBANYAK 69.500 imigran dilaporkan telah kembali ke Maroko dari Ceuta, wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara, dalam kurun waktu 30 jam terakhir. Kepulangan massal ini terjadi menyusul gelombang penyeberangan besar-besaran yang berlangsung pekan lalu.

Berdasarkan informasi dari sumber kepolisian yang dikonfirmasi kepada kantor berita Spanyol, EFE, total angka tersebut mencakup para imigran yang telah memasuki Ceuta sebelum insiden penyeberangan massal pada Kamis (30/7). Data ini juga mencakup individu yang diperkirakan telah menyeberang ke wilayah otonom tersebut dan kembali ke Maroko lebih dari satu kali.

Pemasangan Barikade Pengaman di Tarajal

Guna mengantisipasi dan mencegah adanya penyeberangan susulan, otoritas Spanyol mulai mengambil langkah preventif pada Sabtu dengan memasang barikade pengaman di pemecah gelombang perbatasan Tarajal.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol menjelaskan bahwa sistem pengamanan baru ini terdiri dari:

  • Barikade bertenaga udara sepanjang 500 meter.
  • Ketinggian struktur antara 30 hingga 70 sentimeter di atas permukaan air.
  • Bagian bawah yang terendam hingga kedalaman satu meter.

Selain barikade udara, sistem ini dikombinasikan dengan pelampung berjangkar yang disediakan oleh Angkatan Laut Spanyol. Meski demikian, otoritas tetap menyisakan celah di bagian tengah untuk memastikan kapal-kapal Garda Sipil tetap memiliki akses dalam menjaga area perbatasan.

Faktor Pendorong Kepulangan Imigran

Gelombang kepulangan puluhan ribu imigran ini dipicu oleh beberapa faktor utama. Pertama, adanya pengumuman resmi mengenai rencana repatriasi bersama yang disepakati antara pemerintah Spanyol dan Maroko.

Kedua, kondisi di lapangan di Ceuta yang menyulitkan para imigran. Keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, seperti penutupan toko, area komersial, dan tempat makan, memaksa banyak imigran untuk memilih kembali ke wilayah Maroko.

Dampak dan Korban Jiwa

Krisis migrasi ini juga memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Kementerian Dalam Negeri Spanyol mencatat jumlah korban tewas di antara para imigran yang berusaha mencapai wilayah Spanyol dari Maroko telah meningkat menjadi 67 jiwa.

Sebelumnya pada Jumat (31/7), otoritas Spanyol memperkirakan lebih dari 49.000 orang telah menyeberang ke Ceuta dengan cara berenang atau berjalan kaki dari Kota Fnideq, Maroko. Skala penyeberangan yang masif ini sempat memaksa pemerintah di Madrid untuk mengerahkan pasukan keamanan tambahan, termasuk personel angkatan bersenjata, guna mengendalikan situasi di wilayah perbatasan tersebut. (Anadolu/Ant/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |