Puluhan Hektare Sawah di Pidie Terancam Gagal Panen karena Kekeringan

3 hours ago 1
Puluhan Hektare Sawah di Pidie Terancam Gagal Panen karena Kekeringan Lahan sawah dilanda kekeringan di Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

Fenomena alam El Nino kian parah melanda kawasan Provinsi Aceh. Setelah ribuan hektare (ha) lahan sawah dilaporkan gagal tanam di Kecamatan Pirak Timu, Lhok Sukon, dan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, kini dampak kekeringan meluas hingga ke Kabupaten Pidie.

Berdasarkan amatan Media Indonesia pada Senin (13/7), dampak El Nino telah memberikan efek serius terhadap ketersediaan air di lahan sawah milik petani di Kecamatan Pidie. Lokasi yang terdampak paling parah dilaporkan terjadi di Gampong (Desa) Labui dan Gampong Dayah Teubeng.

Puluhan petak sawah milik warga di desa setempat kini mengalami krisis sumber air yang akut. Kondisi ini dipicu oleh minimnya intensitas hujan lebat sejak sebulan terakhir, yang berimbas pada menyusutnya debit air di saluran irigasi secara drastis.

Tanaman padi yang rata-rata berumur dua pekan hingga satu bulan kini mulai mengering. Padahal, pada fase pertumbuhan tersebut, tanaman padi sangat membutuhkan pasokan air yang stabil. Pantauan di lapangan menunjukkan lantai sawah yang biasanya tergenang atau lembap, kini dalam kondisi kering kerontang hingga tanahnya pecah-pecah.

"Padahal sedang sangat memerlukan sumber air dan pemupukan," tutur Ikhwan, salah seorang warga Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

Kondisi lebih memprihatinkan terlihat pada lahan sawah yang baru berumur dua pekan, di mana daun padi mulai menguning akibat perubahan cuaca ekstrem yang dipicu El Nino. Para petani kini dihantui kekhawatiran akan terjadinya gagal panen total atau puso.

"Kalau tidak segera turun hujan, sebulan lagi akan dihantui kekeringan berkepanjangan. Tentu ancaman puso dan krisis bahan gabah menghantui warga setempat," ujar Abdi, warga setempat.

Hingga saat ini, kondisi cuaca di wilayah tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan turun hujan lebat. Meskipun awan mendung terkadang terlihat pada sore hari, namun curah hujan belum juga turun untuk membasahi lahan pertanian warga.

Sebagai catatan, hamparan sawah di Desa Labui dan Kemukiman Teubeng memang dikenal sebagai wilayah yang sering dilanda kekeringan. Wilayah ini tercatat pernah mengalami gagal panen serupa pada musim kemarau tahun lalu. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |