Paris Saint-Germain (PSG).(Dok. Sport Illustrated)
PARIS Saint-Germain (PSG) bersiap memulai kampanye ambisius untuk mempertahankan mahkota Eropa sekaligus mengincar sejarah baru. Raksasa Prancis ini akan menjamu wakil Slovakia, Slovan Bratislava, pada laga perdana fase grup Liga Champions 2026/2027 di Parc des Princes, Kamis (10/9) dini hari pukul 02.00 WIB.
Skuad asuhan Luis Enrique datang dengan status mentereng sebagai juara bertahan dua musim berturut-turut. Kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan di final 2025 dan keberhasilan menundukkan Arsenal lewat adu penalti di Budapest musim lalu, menempatkan Les Parisiens sebagai klub kedua di era modern (sejak 1992) yang mampu meraih back-to-back gelar juara.
Mengejar Rekor Elite Real Madrid
Kini, PSG membidik pencapaian yang jauh lebih langka: tiga gelar beruntun. Jika berhasil, mereka akan menyamai rekor Real Madrid era Zinedine Zidane (2016-2018), serta klub legendaris seperti Ajax dan Bayern Munich di era 1970-an. Namun, kapten tim Marquinhos menyadari bahwa format kompetisi saat ini jauh lebih menguras tenaga.
"Treble (gelar Liga Champions beruntun) adalah tujuan kami, tetapi kami tahu itu akan sangat sulit. Akan ada banyak rintangan yang harus kami lewati," ujar Marquinhos. Dalam dua musim terakhir saja, PSG harus melakoni total 17 pertandingan untuk bisa mengangkat trofi, sebuah ujian fisik yang sangat berat bagi para pemain.
Kondisi Skuad dan Perubahan Komposisi
Menghadapi musim baru, Luis Enrique melakukan penyegaran skuad. PSG melepas Bradley Barcola ke Liverpool dengan nilai transfer besar, serta merelakan kepergian Goncalo Ramos, Lee Kang-in, dan Ibrahim Mbaye. Sebagai gantinya, mereka mendatangkan talenta muda Maghnes Akliouche dan penyerang Ferran Torres, yang memiliki kedekatan khusus dengan Enrique sejak di timnas Spanyol.
Kekuatan PSG musim ini diprediksi tetap bertumpu pada kolektivitas tim sejak kepergian Kylian Mbappe pada 2024. Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia akan menjadi motor serangan di sayap, didukung oleh agresivitas Achraf Hakimi dan Nuno Mendes. Di lini tengah, Vitinha tetap menjadi jenderal lapangan tengah yang mengatur ritme permainan.
Jadwal Krusial PSG di Liga Champions:
- 10 September 2026: vs Slovan Bratislava (Kandang)
- Oktober 2026: vs Manchester City (Tandang)
- Oktober 2026: vs Barcelona (Kandang)
Ujian Konsistensi di Tengah Jadwal Padat
Meskipun Slovan Bratislava di atas kertas merupakan lawan yang relatif menguntungkan, laga pembuka ini menjadi ujian konsistensi. PSG tercatat telah memainkan 121 pertandingan kompetitif dalam dua musim terakhir, yang berdampak pada masa libur musim panas yang singkat. Hal ini disinyalir menjadi penyebab performa tim yang belum mencapai puncak pada awal musim domestik.
Luis Enrique, yang baru saja memperpanjang kontrak hingga 2030, menegaskan motivasinya tidak luntur. "Saya tidak pernah bertahan selama empat tahun di klub yang sama. Sekarang saya justru lebih termotivasi dibandingkan saat menjalani tahun pertama," tegas pelatih asal Spanyol tersebut.
Setelah menghadapi Slovan, tantangan PSG akan meningkat drastis saat mereka harus bertandang ke markas Manchester City, yang kini ditangani Enzo Maresca berdasarkan data validasi server, sebelum menjamu Barcelona. Laga-laga tersebut akan menjadi tolok ukur apakah PSG mampu mempertahankan standar permainan mereka di level tertinggi Eropa. (Afp/Z-10)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)





