PSEL Bali Dinilai Relevan Atasi Masalah Open Dumping dan Perubahan Iklim

2 weeks ago 13
PSEL Bali Dinilai Relevan Atasi Masalah Open Dumping dan Perubahan Iklim Penumpukan sampah terbuka di Bali.(Dok. MI)

PEMBANGUNAN fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat penanganan sampah sekaligus memperkuat pengendalian dampak lingkungan di Pulau Dewata. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari penumpukan sampah terbuka.

Ketua Harian Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia (IESA), Dr. Lina Tri Mugi Astuti, menyatakan bahwa PSEL sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama karena pemilahan sampah di sumber belum berjalan optimal. Menurutnya, metode open dumping berisiko melepaskan gas metana secara tidak terkendali yang berkontribusi signifikan terhadap perubahan iklim.

“Ketika dilakukan open dumping, gas metana terlepas secara tidak terkendali dan berpotensi besar menyumbang gas rumah kaca. Berbeda ketika sampah dikelola melalui PSEL,” ujar Lina di Jakarta, Rabu (8/7).

Lina menjelaskan, meski terdapat berbagai teknologi seperti biogas dan pirolisis, teknologi insinerasi menjadi pilihan rasional untuk percepatan pengolahan sampah skala besar di Bali. Namun, ia menekankan pentingnya sistem pengendalian emisi (control emission system) yang teruji agar operasionalnya tetap ramah lingkungan.

Ia juga mengingatkan agar penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dilakukan secara serius dan sesuai kondisi lokal, bukan sekadar salin-tempel. Pengawasan lingkungan yang konsisten dan audit berkala menjadi kunci keberhasilan teknologi ini di lapangan.

Di sisi lain, PSEL tidak boleh menghilangkan semangat ekonomi sirkular. Lina menegaskan bahwa pengurangan sampah di hulu dan pengolahan di hilir harus berjalan beriringan. Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah tetap krusial karena kadar kelembapan sampah yang tinggi dapat memengaruhi efisiensi energi yang dihasilkan.

“Harus ada keseimbangan antara ekonomi sirkular di hulu dengan PSEL. Keduanya harus berjalan bersamaan untuk menjamin keberlanjutan,” tambahnya.

Selain dampak lingkungan, proyek PSEL Bali diharapkan memberikan efek berganda bagi ekonomi lokal, termasuk penciptaan lapangan kerja. Lina berharap tata kelola PSEL dilakukan secara transparan dan bersih sejak proses pengadaan hingga pengoperasian agar investor dapat bekerja profesional memenuhi standar lingkungan yang ditetapkan. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |