Produser Ungkap Perjuangan Almarhum Gary Iskak saat Syuting Film Lastri: Arwah Kembang Desa

2 weeks ago 12
 Arwah Kembang Desa Para kru dan pemain film Lastri: Arwah Kembang Desa.(Dok. MI/Rifaldi Putra Irianto)

FILM Lastri: Arwah Kembang Desa bakal segera tayang di Bioskop, ini merupakan karya terakhir dari aktor Gary Iskak sebelum wafat. Jadi warisan seni sekaligus penghormatan terakhir akan dedikasi sang aktor di industri perfilman tanah air.

‎Produser Joe Richard, membagikan kisah yang selama ini tak banyak diketahui publik mengenai almarhum Gary saat proses syuting film tersebut di Lumajang. Joe mengungkapkan bahwa selama syuting, kondisi kesehatan Gary sebenarnya sudah menurun, namun semangat sang aktor untuk terus berkarya tak pernah padam.

‎"Bang Gary itu selama syuting memang dalam keadaan kurang sehat. Setiap malam dia harus membawa tabung oksigen untuk membantu napas. Kami harus keliling mencari pengisian oksigen saat habis agar dia tetap bisa syuting dengan baik," kenang Joe Richard dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/7).

‎Meski harus bergantung pada tabung oksigen, Joe menyebut Gary ‎sebagai sosok yang sangat profesional. Begitu kamera mulai merekam (on), Gary ‎mampu menyembunyikan rasa sakitnya dan tampil luar biasa sebagai karakter Turenggo.

‎"Selama kami syuting di Lumajang itu, dia (Gary) pribadi yang sangat tidak enakan sama orang, jadi dia diundang terus ke kanan ke kiri (selama di Lumajang)  aku sampai bingung 'Ya ampun dia kapan istirahatnya gitu loh' tapi besoknya begitu syuting lagi dia on dia betul-betul yang kadang-kadang jalan juga agak susah tapi ketika take dia menunjukkan sebagai Turenggo yang kuat," jelas Joe.

‎Diketahui Gary meninggal dunia setelah proses syuting film Lastri: Arwah Kembang Desa selesai proses syuting. Gary  meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tunggal di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada 29 November 2025.

‎Menurut keterangan dari pihak kepolisian, sepeda motor (Yamaha RX King) yang dikendarainya kehilangan kendali (out of control) lalu menabrak pohon dan membuat almarhum terpelanting ke jalan.

‎Tidak Sekadar Andalkan Jumpscare

‎Sementara itu berbicara soal Film, sang sutradara, Hendri Tivo,  menyebut bahwa sejak awal ia ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda pada Film Lastri: Arwah Kembang Desa. Meski mengusung genre horor, Hendri lebih menonjolkan kekuatan suasana (ambience) untuk menggugah rasa takut penonton daripada sekadar mengandalkan penampakan hantu dan jumpscare.

‎"Memang film ini tidak kami hadirkan seperti horor kebanyakan yang penuh dengan jumpscare atau bermain dengan hantu seperti pocong atau kuntilanak. Kami di sini menghadirkan ketakutan lewat suasana-suasana yang mencekam, ujar Hendri dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/7).

‎Mengusung genre Drama-Horor, Hendri mengatakan kalau kekuatan dari film ini ada pada sisi drama dan cerita yang kuat. Sehingga penonton tidak hanya merasakan ketegangan dari sisi horor namun juga merasakan konflik yang kuat pada sisi dramanya.

‎"Fokus kami adalah pada drama yang kuat. Horor di sini sebagai penguat suasana, namun nyawa utamanya tetap pada cerita drama yang menyentuh hati," jelasnya. 

‎Sinopsis

‎Film ini berkisah tentang Atmi (Audy Bella) mengalami teror gaib dari arwah yang ingin menuntut balas atas hal-hal yang telah diperbuat Atmi dahulu kala. Arwah itu dikenal luas oleh masyarakat yang berlalu-lalang di sekitar makamnya. Terkadang menghantui, kala orang-orang yang lewat punya niat buruk. 

‎Sang arwah itu dikenal bernama Lastri (Hana Saraswati). Dulunya, dia kembang desa di kampung Bandeng yang menikah muda (18) dengan seorang juragan tambang pasir, Turenggo (Gary Iskak). Banyak sekali lelaki yang memandang pernikahan itu dengan iri, khususnya Darman  (Yama Carlos), juragan tambang pasir saingan Renggo.

‎Perasaan iri yang merebak di kampung lantas melahirkan lingkungan yang sangat menyiksa bagi Lastri. Termasuk dari ATMI (20) pada masa itu, yang sebenarnya mencintai Renggo. Atmi dan Darman menebar rumor dan kabar buruk tentang Lastri kepada warga kampung. Apa pun mereka gunakan untuk menghasut, khususnya kepada suami Lastri sendiri, Renggo. (H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |