Produksi Kopi Robusta Temanggung 2026 Diprediksi Turun hingga 60 Persen

2 weeks ago 20
Produksi Kopi Robusta Temanggung 2026 Diprediksi Turun hingga 60 Persen Sesepuh adat setempat bersama warga memetik kopi saat tradisi Nublek Kopi atau mengawali panen kopi di Desa Gunung Gempol, Jumo, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026).(Antara/Anis Efizudin)

KONDISI cuaca ekstrem berupa musim kemarau basah tahun ini memicu kekhawatiran serius bagi sektor perkebunan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Fenomena alam tersebut menyebabkan rontoknya bunga kopi pada fase pembungaan, yang diprediksi akan memangkas produksi kopi robusta secara signifikan.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung memperkirakan produksi kopi robusta pada musim panen 2026 akan mengalami penurunan tajam, berkisar antara 40 hingga 60 persen dibandingkan periode normal.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DKPPP Kabupaten Temanggung, Sumarno, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan di tengah masa pembungaan menjadi faktor utama kegagalan pembentukan buah.

"Belakangan curah hujan masih tinggi. Padahal ini masih masa pembungaan. Kondisi ini mengganggu proses pembentukan buah dan menyebabkan bunga berguguran. Selain itu, kelembapan yang tinggi juga meningkatkan risiko serangan jamur pada tanaman kopi," ujar Sumarno kepada wartawan, Jumat (10/7).

Meskipun ancaman penurunan volume produksi membayangi, pihak dinas berharap kesejahteraan petani tetap terjaga melalui stabilitas harga di pasar. Tren kenaikan harga kopi yang biasanya terjadi pada puncak panen bulan Juli hingga Agustus diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi bagi para petani.

Berdasarkan data saat ini, harga kopi kering campuran di tingkat petani berada di kisaran Rp58.000 per kilogram. Sementara itu, untuk kopi basah dibanderol seharga Rp15.500 per kilogram.

Harga tersebut tercatat relatif stabil dan serupa dengan musim panen tahun lalu. Namun, nilai ini masih berada di bawah rekor harga tertinggi yang pernah menyentuh angka Rp100.000 per kilogram. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan di lapangan guna memitigasi dampak kerugian yang lebih luas bagi komunitas petani kopi di Temanggung. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |