Assassin's Creed Black Flag Resynced mencatat pre-order Steam 5,39 kali lebih tinggi dibanding Assassin's Creed Shadows. (Steam)
GIM petualangan Assassin's Creed Black Flag Resynced yang menjadi salah satu perilisan paling dinantikan musim panas ini telah memulai langkahnya dengan performa yang sangat luar biasa di platform Steam.
Analis industri dari Alinea Analytics, Rhys Elliot, mengungkapkan angka pre-order Black Flag Resynced di Steam tercatat 5,39 kali lebih tinggi dibandingkan dengan performa Assassin's Creed Shadows.
Lonjakan pemesanan awal yang masif untuk versi remake gim legendaris ini bahkan dilaporkan telah berhasil melampaui total penjualan seumur hidup dari gim bertema bajak laut Ubisoft lainnya, Skull and Bones.
Pencapaian ini menjadi sebuah ironi sekaligus perbandingan yang sangat menarik. Skull and Bones merupakan proyek ambisius yang memakan biaya besar serta waktu pengembangan yang sangat lama hingga akhirnya dirilis tahun 2024.
Gim tersebut awalnya merupakan spin-off yang dikembangkan dari basis teknologi pertempuran laut milik Black Flag asli. Menariknya, Skull and Bones digarap oleh Ubisoft Singapore, yang kini juga menjadi studio utama di balik pengembangan Black Flag Resynced.
Melalui versi remake total Black Flag Resynced, mereka membangun ulang pertempuran laut dan tema bajak laut, lalu meningkatkannya dengan grafis modern, mekanik permainan yang diperbarui, serta berbagai konten narasi baru, meskipun mode multipemain dan bagian cerita masa depan dari gim aslinya sengaja dihapus.
Proyeksi penjualan masif ini menjadi angin segar bagi Ubisoft yang tengah menghadapi masa sulit, mulai dari gelombang PHK berkala dan penutupan studio, hingga performa Assassin's Creed Shadows yang kurang memuaskan di pasar.
Sebagai gambaran mengenai situasi keuangan dan skala industri ini, proyek gim baru berskala besar dari awal saat ini menjadi sebuah perjudian jangka panjang yang memakan waktu enam hingga delapan tahun dengan biaya mencapai ratusan juta dolar AS.
Oleh karena itu, kegagalan gim seperti Shadows yang hanya mampu meraih sekitar 5,7 juta kopi sejak dirilis tahun 2025 lalu, jauh di bawah pendahulunya seperti Odyssey yang terjual 10 juta kopi dan Valhalla yang menghasilkan pendapatan masif sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp17,9 triliun, membuat Ubisoft harus memutar otak.
Gim Assassin's Creed Black Flag Resynced dijadwalkan akan meluncur secara resmi pada 9 Juli 2026, dan siap membawa para pemain kembali menjelajahi kawasan Karibia dalam era keemasan bajak laut bersama karakter ikonik seperti Edward Kenway, Blackbeard, hingga Charles Vane. (IGN Nordic/Gamereactor UK/Z-2)

















































