Prancis vs Maroko: Ujian Kematangan Singa Atlas

2 weeks ago 12
 Ujian Kematangan Singa Atlas Timnas Maroko(X)

LAGA Prancis vs Maroko di babak perempat final Piala Dunia bukan sekadar laga perebutan tiket semifinal biasa. Bagi publik Maroko, laga yang akan digelar di Boston pada Jumat (10/7) dini hari WIB merupakan panggung untuk menuntaskan ‘urusan’ yang belum selesai.

Empat tahun silam di Qatar, langkah heroik Maroko dihentikan Prancis di fase semifinal Piala Dunia. Kekalahan tersebut memutus dongeng indah 'Singa Atlas' yang kala itu mencetak sejarah sebagai kekuatan baru sekaligus negara Afrika dan Arab pertama yang menembus empat besar Piala Dunia.

Namun, konstelasi telah berubah. Di Boston nanti, Maroko tidak lagi datang sebagai tim pelengkap yang gemar bermimpi. Mereka kembali dengan mentalitas pemenang dan keyakinan penuh bahwa mereka layak bersanding dengan elite sepak bola global.

"Ini adalah laga tebus dosa bagi tim nasional Maroko," ujar jurnalis olahraga asal Maroko, Hamza Shteiwy. Menurutnya, determinasi tinggi diusung oleh pilar-pilar alumni skuad Piala Dunia 2022 yang masih merasakan kepedihan kekalahan tersebut. "Mereka kini mencari momentum untuk membalas hasil minor itu, baik demi harga diri personal maupun tim."

Bukan Kebetulan

Kilas balik di Stadion Al Bayt, Qatar, membuktikan bahwa meski menelan kekalahan, Maroko berhasil merevolusi cara pandang dunia terhadap sepak bola Afrika. Jika empat tahun lalu menembus semifinal dianggap sebagai mukjizat, kini pencapaian serupa merupakan standar minimal yang dibebankan di pundak mereka.

"Pada 2022, kami adalah pemimpi. Sekarang, ekspektasi publik telah bergeser jauh lebih tinggi. Pencapaian yang kurang dari semifinal tidak akan dianggap sebagai sebuah prestasi," tambah Shteiwy.

Kepercayaan diri itu buah dari cetak biru sepak bola yang sahih. Peta kekuatan Maroko kian solid setelah tim nasional U-20 mereka sukses merengkuh trofi Piala Dunia U-20. Di level senior, armada Singa Atlas merangsek ke peringkat keenam dunia dalam ranking FIFA.

Keberhasilan ini ditegaskan oleh jurnalis veteran Maroko, Hameed Bel Hassan. Ia menilai lonjakan prestasi ini merupakan buah manis dari investasi jangka panjang yang digulirkan Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (RMFF).

"Apa yang tersaji di Qatar bukanlah faktor kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan strategis dan program berkesinambungan yang dicanangkan RMFF. Ini telah menjelma sebagai proyek nasional, dan kini kami memetik hasilnya dengan memiliki tim nasional yang sangat disegani," kata Bel Hassan.

(BBC)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |