Prabowo Ungkap Alasan Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Pertengahan Tahun 2026

6 days ago 3
Prabowo Ungkap Alasan Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Pertengahan Tahun 2026 Presiden Prabowo Subianto pimpin Rapat Kabinet Paripurna.(Dok. Youtube Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menjelaskan alasan di balik penyelenggaraan Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7). Sidang ini difungsikan sebagai forum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan menjelang penyampaian pidato kenegaraan pada Agustus 2026 mendatang.

"Saya sengaja melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026, menjelang 17 Agustus 2026, di mana sudah secara tradisi Presiden Republik Indonesia menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama satu tahun kerja," ujar Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya di hadapan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Kepala Negara menekankan bahwa momentum ini sangat penting untuk meninjau kembali berbagai program yang telah berjalan selama hampir dua tahun masa pemerintahan. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran kabinet yang dinilai bekerja dengan ritme yang sangat cepat dan padat.

Prabowo mengakui bahwa mandat yang diberikan rakyat merupakan tanggung jawab besar, terutama di tengah tantangan domestik maupun ketidakpastian situasi global. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menyelesaikan persoalan bangsa, bukan mencari celah kesalahan dari masa lalu.

"Karena kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan. Tiap masa ada pemerintahnya, tiap pemerintah ada masanya, tiap masa ada pemimpinnya, tiap pemimpin punya masanya," tegasnya.

Capaian 18 Bulan Pemerintahan

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah telah berhasil menangani lebih dari seratus persoalan strategis selama kurang lebih 18 bulan masa kepemimpinannya. Berdasarkan catatan terakhir, terdapat sekitar 108 hingga 110 masalah krusial yang telah diselesaikan.

"Ini prestasi yang bukan kecil. Kita rendah hati, kita tidak mau menepuk-nepuk dada," kata Prabowo, seraya mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri atau menjadi besar kepala atas capaian tersebut.

Presiden menambahkan bahwa evaluasi berkala seperti ini sangat diperlukan agar pemerintah dapat mengukur hasil kerja secara objektif. Langkah ini juga menjadi persiapan strategis bagi Kabinet Merah Putih dalam menghadapi tantangan pada tahun kedua pemerintahan.

Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun ini dihadiri oleh seluruh menteri dan wakil menteri untuk membahas keberlanjutan serta percepatan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah ke depan. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |