Prabowo Lontarkan Pernyataan Keras untuk Koruptor

2 weeks ago 15
Prabowo Lontarkan Pernyataan Keras untuk Koruptor Presiden Prabowo Subianto di di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7).(Dok. Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto melontarkan pernyataan keras terhadap para pelaku korupsi saat memberikan sambutan dalam peresmian lima bendungan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan sikapnya yang lebih memilih berbicara jujur apa adanya demi kepentingan rakyat daripada sekadar menjaga kesantunan tutur kata.

Pernyataan tegas tersebut bermula saat Prabowo menyinggung kehadiran awak media yang meliput kegiatannya. Ia menyadari bahwa penggunaan istilah keras dalam menyebut koruptor berpotensi menjadi sorotan publik.

"Ini ada wartawan, jadi saya enggak boleh bicara, saya harus bicara hati-hati. Saya harus bicara sopan. Saya enggak boleh bilang koruptor bajingan? Nanti yang di-blow up ini, 'Prabowo ngomong bajingan. Presiden harus ngomong sopan, halus.' Anda mau saya bicara sopan atau mau saya bicara jujur?" ujar Prabowo di hadapan masyarakat yang hadir.

Hambatan dari Kelompok Kepentingan

Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintahannya menghadapi banyak perlawanan dalam merealisasikan berbagai program strategis. Ia mengidentifikasi hambatan tersebut datang dari kelompok-kelompok yang selama ini memetik keuntungan dari praktik korupsi.

Menurut Presiden, keberhasilan pemerintah meraih berbagai capaian dalam waktu singkat merupakan hasil dari keberanian menghadapi kepentingan kelompok-kelompok tersebut. "Kita bersyukur prestasi-prestasi yang sudah kita hasilkan dalam waktu yang singkat, dengan perlawanan-perlawanan banyak dari kelompok-kelompok, terutama koruptor-koruptor itu," imbuhnya.

Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Kendati menggunakan diksi yang tajam, Prabowo memastikan bahwa semangat pemberantasan korupsi tetap berpijak pada koridor hukum yang berlaku. Ia menjamin pemerintah akan menindak para pencuri uang negara melalui proses hukum yang adil dan tidak tebang pilih.

"Saya kadang-kadang bersyukur saya ini sudah pensiun. Saya rasanya hadapi maling-maling koruptor itu. Tapi harus sesuai prosedur hukum, ya kita laksanakan. Kita akan tegakkan hukum. Dan hukum itu untuk semua. Bukan hanya untuk orang kuat saja, bukan hanya untuk orang kaya saja," tegasnya.

Prabowo mengingatkan birokrat, TNI, Polri, hingga Kejaksaan bahwa segala atribut dan pangkat yang mereka kenakan berasal dari rakyat, sehingga kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama.

Menutup pernyataannya, Kepala Negara meminta seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi mendalam dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa pejabat adalah pelayan masyarakat yang dibiayai oleh rakyat.

"Saya minta introspeksi, terutama para birokrat kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi. Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan, Anda pakai bintang juga kau, kau juga milik rakyat," pungkas Prabowo. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |