Ponsel bisa terbakar? Ini penyebab dan cara mencegahnya

6 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Beberapa hari lalu, insiden ponsel terbakar di dalam tas penumpang KRL di Stasiun Rawa Buntu sempat membuat geger. Ponsel tersebut diduga mengalami overheat akibat fitur hotspot yang terus menyala saat tersimpan di dalam tas. Panas yang terperangkap itulah yang akhirnya memicu korsleting komponen di dalamnya.

Membiarkan ponsel bekerja secara ekstra di dalam ruang tertutup hanyalah satu dari sekian pemicu ponsel terbakar. Masih ada beberapa faktor lain yang bisa membuat suhu ponsel melonjak drastis. Berikut penjelasan mengenai penyebab utama ponsel terbakar serta panduan untuk meminimalisasi risikonya, merangkum dari sejumlah sumber

Penyebab ponsel terbakar

Melansir Charby Charge, salah satu penyebab ponsel terbakar berkaitan dengan masalah pada baterai. Kondisi ini bisa terjadi ketika bagian positif dan negatif di dalam baterai saling bersentuhan sehingga menimbulkan korsleting. Reaksi tersebut dapat membuat baterai menghasilkan panas dan gas berlebih. Jika suhu terus meningkat, baterai bisa mengalami thermal runaway atau bahkan terbakar.

Kerusakan baterai juga bisa terjadi setelah ponsel terjatuh atau terbentur keras. Benturan dapat merusak lapisan pelindung di dalam baterai. Meski kerusakannya tidak selalu terlihat dari luar, kondisi tersebut bisa membuat cairan elektrolit bocor dan memicu korsleting.

Selain itu, suhu CPU yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan panas pada ponsel dan mengganggu proses pengisian daya. Penggunaan charger yang rusak atau tidak sesuai juga perlu dihindari karena dapat membuat baterai menerima tegangan yang terlalu besar. Berbagai kondisi tersebut bisa membuat baterai bekerja tidak sebagaimana mestinya dan meningkatkan risiko terbakar.

Baca juga: Ponsel Samsung meledak dan hancurkan mobil

Cara merawat baterai ponsel

Menurut Medium, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi baterai ponsel agar tetap aman:

1. Gunakan casing atau pelindung

Ponsel yang sering terjatuh atau terbentur keras bisa merusak bagian dalam baterai, meskipun tampilan luarnya terlihat masih bagus. Untuk mencegah risiko ini, sebaiknya gunakan casing pelindung agar bisa meredam benturan saat ponsel tidak sengaja jatuh.

2. Jauhkan dari suhu ekstrem

Baterai ponsel tidak boleh berada di tempat yang terlalu panas atau terlalu dingin. Jangan meninggalkan ponsel di bawah sinar matahari langsung, di dalam mobil yang panas, atau dekat sumber panas dalam waktu lama. Suhu yang sangat rendah juga sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu kondisi baterai.

3. Letakkan ponsel di tempat terbuka saat dicas

Saat mengisi daya, letakkan ponsel di permukaan yang keras dan terbuka, misalnya meja. Hindari mengisi daya di atas kasur, bantal, atau di bawah selimut karena panas dari ponsel bisa terperangkap. Kondisi tersebut dapat membuat ponsel menjadi lebih cepat panas.

4. Jangan biarkan baterai ngedrop total

Kondisi baterai memang akan menurun seiringnya waktu. Untuk menjaganya, hindari terlalu sering membiarkan baterai benar-benar habis dan tidak perlu selalu mengisi hingga 100%. Pengisian daya semalaman juga tidak otomatis membuat ponsel meledak, tetapi pengisian menggunakan fast charging dalam waktu lama dapat membuat suhu perangkat meningkat.

5. Pilih aksesori charging yang aman

Gunakan charger dan kabel yang sesuai dengan spesifikasi ponsel. Hindari kabel yang sudah rusak, terkelupas, atau meleleh, serta charger yang kualitasnya tidak jelas. Sebaiknya pilih aksesori dari produsen atau merek yang terpercaya agar proses pengisian daya tetap aman.

Baca juga: Garuda Indonesia larang sementara angkut ponsel vivo

Baca juga: vivo selidiki insiden ponsel terbakar di Hong Kong

Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |