WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menilai tidak mudah untuk melakukan fusi atau penggabungan dua partai menjadi satu. Pernyataan itu muncul ketika ia merespons kabar tentang gagasan merger Partai Gerindra dan Partai NasDem setelah kedua pemimpin partai itu bertemu.
Saan mengatakan bahwa ide tentang penggabungan partai merupakan hal biasa untuk dipertimbangkan. Apalagi juga pernah terjadi pada tahun 1973 silam saat Presiden Soeharto menyederhanakan 10 partai politik hasil Pemilu 197 menjadi 3 entitas politik.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Namun menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu, fusi partai saat ini sulit untuk direalisasikan karena masing-masing partai memegang ideologi dan cita-cita pendiri masing-masing.
"Sekali lagi tidak gampang ya untuk difusikan. Apalagi dalam konteks hari ini di mana situasi kebangsaan kita, situasi demokrasi kita, kan terus berkembang, terus maju," ujar dia di Gedung DPR, Jakarta, pada Senin, 13 April 2026.
Majalah Tempo edisi pekan ini mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra mengusulkan kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk menggabungkan dua partai. Ide itu muncul setelah keduanya bertemu di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada pertengahan Februari 2026.
Jika ide itu terwujud, gabungan dua partai mengumpulkan hampir 35 juta suara nasional atau 23 persen berdasarkan hasil pemilu 2024. Menurut tiga pejabat teras NasDem, Surya tak menyambut usulan itu karena ingin mempertahankan posisinya dan belum melihat apa manfaat merger untuk NasDem.
Saan mengaku terkejut dengan informasi tersebut. Dia menekankan bahwa gagasan penggabungan partai adalah hal yang dapat dibahas, tapi memerlukan upaya lebih untuk merealisasikannya. Pasalnya, kata dia, setiap partai mengusung motivasi, filosofi, hingga ideologi berbeda sesuai yang dimiliki pendirinya.
"Sebagai sebuah ide atau wacana itu hal yang biasa saja. Tapi ketika kita mau apa, wujudkan, banyak hal yang harus dipikirkan ya. Harus, didiskusikan, harus direncanakan," tutur dia.
Saan mengklaim NasDem masih berfokus mengkonsolidasikan internal partai untuk melengkapi struktur dari tingkat daerah hingga nasional. "Jadi itu fokus kita hari ini. Terkait dengan soal wacana, fusi itu belum menjadi pembicaraan di internal secara lebih mendalam," tutur dia.

















































