Polisi Selidiki Misteri Kematian Brigadir E di Tanjung Jabung Timur

4 days ago 2
Polisi Selidiki Misteri Kematian Brigadir E di Tanjung Jabung Timur Ilustrasi.(Magnific)

KEPOLISIAN Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur, Polda Jambi, tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait misteri kematian salah satu anggotanya, Brigadir E. Korban ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada Sabtu (18/7) akhir pekan lalu.

Kapolres Tanjung Jabung Timur, Ajun Komisaris Besar Ade Chandra, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mengusut tuntas kejadian tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban secara akurat dan transparan.

"Semenjak menerima informasi tersebut, saya sudah memerintahkan satuan yang berkompeten untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Kami ingin memastikan penyebab kematian secara profesional, objektif sesuai fakta, dan transparan," tegas Ade Chandra, Selasa (21/7).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan pemeriksaan terhadap lima saksi, terungkap bahwa sebelum meninggal dunia, korban sempat mengonsumsi minuman beralkohol bersama empat rekannya yang juga sesama anggota polisi. Kegiatan tersebut dilakukan di rumah kos korban yang berlokasi di kawasan Muarasabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Menurut keterangan saksi, setelah menenggak minuman keras, korban tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terjerembap jatuh. Benturan keras pada bagian kepala serta keluarnya busa dari mulut korban membuat rekan-rekannya panik dan segera melarikannya ke rumah sakit.

Namun nahas, setibanya di fasilitas medis, Brigadir E dinyatakan mengembuskan napas terakhirnya. Guna melengkapi berkas penyelidikan, Kapolres menyatakan pihaknya juga akan menelusuri bukti-bukti digital yang berkaitan dengan aktivitas terakhir korban.

"Kami berkomitmen mengusut peristiwa ini berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan. Kami juga terus menjalin komunikasi dengan pihak keluarga korban mengenai perkembangan proses ini," tambah Ade.

Terkait berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat, Kapolres mengimbau agar semua pihak menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Penyelidikan masih terus berjalan. Kami mengajak masyarakat untuk tidak mengembangkan asumsi atau spekulasi yang belum didukung fakta. Percayakan seluruh proses hukum ini kepada kepolisian," pungkasnya. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |