Polda Lampung akan Terapkan Delay System di Pelabuhan Bakauheni saat Arus Balik

1 day ago 2

TEMPO.CO, Jakarta - Penerapan rekayasa lalu lintas dapat dilakukan untuk menghindari padatnya antrean kendaraan. Kepolisian Daerah atau Polda Lampung dalam mengatasi kepadatan arus balik lebaran di Pelabuhan Bakauheni menerapkan delay system di sepanjang jalan tol menuju pelabuhan.

Hingga 2 April, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Inspektur Jenderal Helmy Santika menyampaikan tercatat ada 933.804 kendaraan yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Jumlah tersebut dihitung sejak H-10 salat Idul Fitri dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 5-7 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Delay sistem akan diterapkan ketika antrean kendaraan sudah mencapai KM 4 Tol menuju gerbang pelabuhan,” kata Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Helmy Santika melalui keterangan tertulis, Selasa, 2 April 2025.

Untuk mengatasi kemacetan, berdasarkan Undang-Undang Nomor (UU No) 22 Tahun 2009, Pasal 1 dapat dilakukan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas yang merupakan serangkaian usaha dan kegiatan meliputi perencanaan, pengadaan, pemasangan, pengaturan, dan pemeliharaan fasilitas perlengkapan jalan dalam rangka mewujudkan, mendukung dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini dilaksanakan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia seperti yang diatur pada Pasal 96 UU No.22 Tahun 2009, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia bertanggung jawab atas pelaksanaan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.

Salah satu rekayasa lalu lintas adalah delay system, Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polisi Republik Indonesia (Polri), Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho menjelaskan skema delaying system dapat diterapkan untuk mengurangi kepadatan dengan menahan atau memperlambat laju kendaraan sebelum memasuki area tertentu agar tidak terjadi penumpukan.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi, Kukuh dikutip dari Antara mengatakan delay system biasa dilakukan secara situasional apabila lalu lintas terjadi kepadatan atau antrean kendaraan dan jika tidak di lakukan delay system mungkin antreannya akan lebih panjang.

Penerapan delay system sering diterapkan pada area pelabuhan guna menghindari antrean panjang di pintu masuk. Pada Maret lalu, delay system dilakukan pada area tol Jakarta-Merak sebelum masuk ke Pelabuhan Merak. Ketika kapasitas kendaraan cukup banyak dan antrean cukup panjang, delaying system diterpakan dari Kilometer 43 Rest Area di Tol Jakarta-Merak sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Merak.

Untuk mengurai kemacetan saat arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Kapolda Lampung akan menerapkan delay system ketika antrean kendaraan mencapai KM 4 Tol menuju gerbang pelabuhan.

“Penerapan delay sistem saat antrean kendaraan sudah mencapai KM 4 Tol menuju gerbang pelabuhan diharapkan bisa mengurangi potensi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni saat arus balik,” kata Helmy Santika melalui keterangan tertulis, Selasa, 2 April 2025.

Lebih lanjut, Helmy menjelaskan kendaraan yang hendak menuju Pelabuhan Bakauheni akan ditahan sementara di buffer zone atau zona penyangga dan area peralihan yang berfungsi untuk memisahkan, melindungi, atau menggabungkan wilayah di tol lintas tengah, barat maupun timur. Kemudian kendaraan tersebut akan diarahkan menunggu di rest area atau zona parkir yang telah ditetapkan.

“Nantinya akan ditahan sementara di buffer zone kemudian diarahkan menunggu di rest area,” ujar Helmy.

Sebelumnya, Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso dalam keterangannya Februari lalu, mengatakan bahwa pihaknya akan menambah buffer zone di sejumlah titik, termasuk di Pelahuhan Bakauheni sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan yang dapat mengganggu kelancaran penyeberangan.

"Penambahan buffer zone ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa mengganggu kelancaran penyeberangan. Kami juga akan memperbaiki manajemen rest area serta memastikan sistem delay berjalan dengan baik," kata Raden dikutip dari Antara.

Nandito Putra dan Raden Putri Alpadillah Ginanjar berkontribusi dalam artikel ini.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |